Minggu, 12 Mei 2013

failed aniv ??



18th April at 00.00am.

“Happy birthday and Happy failed anniversary.”
            
-message delivered-

Aku sengaja tak tidur hanya untuk mengirim pesan singkat itu padanya tepat di pukul 12 malam.

Ya, hari ini tepat 2 tahun sudah sejak hubungan aku dan Syarif dimulai. Namun sayangnya hubungan itu sudah berakhir 1,5 tahun yang lalu. Iya, hubungan itu hanya berjalan 6 bulan, maka dari itu kusebut hari ini adalah hari peringatan yang gagal atau bahasa trend-nya “Failed Anniversary”.

Aku dan Raffael putus secara baik-baik. Tak ada permusuhan diantara kami. Hanya saja jujur masih ada tersimpan luka di hati ini tiap kali kuingat saat-saat dimana dia mengucapkan kalimat “kita temenan aja ya,”  kalimat yang diucapkannya 1,5 tahun yang lalu, kalimat yang megakhiri semuanya.

Sejak putus, komunikasi antara kami tak benar-benar putus. Meskipun hanya sekedar SMS-an seminggu sekali, setidaknya kami masih mengabari satu sama lain walaupun tak sering.

Dan hari ini, my failed anniversary day. Bukan hanya failed anniversary aku dan dia, namun juga bersamaan dengan hari ulang tahunnya. Hari ini pria berlesung pipi itu genap berusia 20 tahun. Aku tak tahu entahlah disengaja atau tidak,tapi memang 2 tahun lalu Raffael menyatakan cintanya padaku tepat di hari ulang tahunnya.

Dan semua itu hanya kenangan, kenangan yang sampai detik ini belum bisa raib dari pikiranku.

-one message received-


Dengan otomatis langsung kubuka pesan singkat tersebut. SMS balasan dari Raffa .

”Thanks dys… Happy failed anniversary too :’)”

Aku tersenyum miris. 18th April ini sangat jauh berbeda dengan 18th April 2 tahun yang lalu. Jujur rasanya aku ingin kembali ke masa itu dan mengulangi semuanya.

”besok kamu free gak? Kita jalan yuk, gue yang traktir deh. Hihihihi”

-message delivered-

Sudah lama aku tak pernah jalan bareng dia, kurasa tak ada salahnya jika besok mengajaknya jalan. Ya Cuma sekedar pengen jalan dan ngerayain failed anniv kami sekaligus ulang tahunnya.

10 menit kemudian, ponselku belum berdering sama sekali. Tak ada SMS balasan dari Raffa.
Mungkin dia sudah tidur, atau mungkin ia tak mau menanggapi ajakkanku dengan cara tidak membalas SMS ku tadi. Terserahlah, aku tak seberapa peduli.

30 menit kemudian, masih belum ada balasan darinya.
Baiklah, sebaiknya aku tak berharap. Mungkin dia sudah ada janji dengan orang lain. Lagian juga sekarang aku bukan siapa-siapa baginya, wajar jika ia tak membalas SMS ku. Harus terima kenyataan. Lo harus kuat dys ! aku mulai mengoceh dalam hati

Nyesek sih, tapi yasudah lah, mau gimana lagi….

Akupun terlelap…….
----------------

Kering airmataku mengingat tentangmu, tentang kita yang tak jodoh,
Dulu pernah bermimpi sailing memiliki, nyatanya pun tak kesampaian

rela, relakanlah masa itu ,biarkanlah jadi masa lalu

kenang diriku selalu dihatimu slalu dijiwamu simpan dimemorimu
kunanti dirimu bila malampun tiba, cukup kita yang tahu mimpi jadi saksinya..*

Lagu yang terputar di radio yang tak pernah ku turn-off itu membangunkanku dari tidur. Kulirik jam di dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Hoammsssss…….

Sambil bermalasan kuambil ponselku dengan harapan ada SMS balasan dari Raffa.

-one message received-

”Boleh, kita ketemu ditempat yang dulu yah :D atur aja jam nya”

Aku tersenyum bahagia, harapanku pagi ini terwujud, dan Raffa menerima tawaranku untuk jalan hari ini. Aku bahagia…..

Entahlah kenapa aku merasa bahagia menyadari hari ini aku akan jalan bareng dia.
Mengenai move on, ntahlah. Dulu aku sempat merasakan bahwa aku sudah move on ketika aku sempat menjalani hubungan dengan seorang cowok Chinese. Namun setelah putus dengan cowok berwajah oriental itu gara-gara perbedaan keyakinan diantara kami, pikiranku kembali tersusut pada Raffa. Apa ini yang disebut gagal move on? Whatever.
“Oke deh, kita ketemu jam 7 ya, see u there :)“

 -message delivered-

Dan tak ada balasan lagi.

Dengan semangat aku langsung bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Huh, ini bakalan jadi hari sabtu yang panjang, karena aku akan sangat menantikan pukul 7 malam yang pastinya penantian itu akan terasa sangat  lama.

------------------

18th April at 6.00pm.

Aku masih belum menerima SMS balasan dari Raffa. Apa aku SMS sekali lagi ya?

Aku sudah siap untuk berangkat ke tempat yang kami janjikan untuk ketemu disana. Tapi tiba-tiba aku meragukan langkahku. Dari pagi tadi aku belum mendapat SMS konfirmasi dari Raffael. Ntahlah apa Raffa akan datang atau tidak. Dia ga balas SMS aku….

Aku bingung. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Memang sih untuk lokasi yang kami janjikan itu tak seberapa jauh dari rumah ku, hanya sekitar 10 menit juga sudah sampai. Tapi, apa Raffa akan datang? Sampai detik ini dia belum membalas SMSku tadi pagi. Aku takut ia tak baca SMS itu, maka ia ga akan datang, dan pastinya itu akan membuat aku kecewa lagi.

Gimana donk :(

Tapi jika aku tak jadi ke tempat itu, bagaimana jika ternyata Raffa datang dan melihat aku tak ada disana? Pasti dia akan kecewa padaku. Kan aku yang mengajaknya untuk bertemu. Ah!

Sudahlah, aku capek bolak balik memikirkan apakah Raffa akan datang atau tidak. Tanpa basa-basi lagi langsung ku ambil tas kemudian pergi menuju tempat itu. Dengan harapan, mantan kekasih yang masih aku sayangi itu akan datang. Aku mulai menyalakan mesin mobil, tapi sangat berat ku rasa. Ada apa ini.
Confused ~
Jujur aku masih menyayanginya, kusadari itu karena kusadari hari ini telah menjadi hari yang cukup mendebarkan bagiku.

-----------

At 6.30pm,

Aku tiba di tempat itu, sebuah café sederhana yang menjadi basecamp aku dan dia saat dulu masih menjalin hubungan. Aku tak tahu kenapa dia memilih tempat ini untuk bertemu, tapi aku suka. Setidaknya aku tahu bahwa ia masih ingat dimana dulu kami sering nongkrong bareng :’).

Ketika aku tiba di café itu, suasananya sudah sedikit berbeda dengan 2 tahun yang lalu. Sekarang café ini lebih terlihat mewah. Dan beruntung, meja tempat favourite kami tidak ada yang menduduki.

Serasa kembali ke masa lalu…..

Memang aku tak pernah kesini lagi sejak malam itu, malam disaat Syarif mengakhiri hubungan kami 1,5 tahun yang lalu. Tepat di hari ulang tahun ku :’)….

Aku dan Raffa jadian tepat di hari ulang tahunnya Raffa, dan kami putus tepat pada tepat di hari ulang tahunku. What a unforgettable moments ~

7.00pm. akhirnya jam 7 tiba. Tapi Raffa belum terlihat batang hidungnya. Mungkin dia sedang perjalanan kesini. Pikir ku mencoba menenangkan diriku sendiri

Kutatap layar ponsel, tak ada aktivitas, tak ada SMS maupun panggilan. Apa dia memang gak baca SMS aku ya?

7.30pm……
Raffa masih belum terlihat.

8.00pm……
Aku sudah menghabiskan minumanku yang merupakan gelas kedua. Sementara itu Raffa belum juga datang.

8.45pm……
Aku tak kuat lagi. Raffa tak akan datang.

Harusnya aku tahu ini akan terjadi. Harusnya aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapanya lagi. Dia gak akan datang!

Aku pergi dari café itu dengan perasaan yang kacau. Airmata mulai menetes di pipiku. Tapi aku tak boleh menangis. Aku bukan cewek lemah. Aku harus terima jika memang Raffa tak mau bertemu denganku. Aku harus terima jika memang kenyataannya antara aku dan Raffa tinggallah kenangan. Aku harus terima kenyataan pahit ini dengan senyum. Tak boleh ada airmata.

Aku tersenyum sambil mengusap airmataku. There’s no way to back, harusnya tadi aku tak perlu terlalu berharap pada pertemuan ini.

Haruskah sekarang aku menyebut hari ini sebagai Bad Failed Anniversary Day?

Kemudian hujan turun, seolah membantuku untuk menyembunyikan airmata…..

-----------
 

9.30pm, aku tiba di rumah dalam keadaan basah kuyup. Kehujanan. Aku sengaja meninggalkan mobil di parkiran café. Dan memutusksan untuk berjalan kaki. Berharap bisa melihat Raffa melintas di jalan ini. 55 menit ~

“Dys, lo kenapa hujan-hujanan?”, Tanya seorang pria…. Raffa? Loh…

“Lo ngapain disini?”

“Dari tadi gue coba hubungi lo kok gak nyambung-nyambung sih?”

Reflek langsung kuperiksa  ponsel dalam tas ku. Dan benar ternyata memang ponselku turn off.

“Lowbat”

Aku masih kaget kenapa Raffa ada disini, di depan rumahku. Kehujanan. Sejak kapan dia disini. “Kok tadi gak langsung ke sana aja sih? Gue nungguin lo disana dari jam setengah 7 tadi. Dan lo ga muncul-muncul!” ntah kenapa tiba-tiba aku kesel.

“Sorry tadi gue ada urusan mendadak. Karena udah jam segini makanya gue langsung ke rumah lo aja, gue kira lo udah balik dari tadi. Sorry. Gak bermaksud kecewain lo.”

Airmataku tiba-tiba menetes lagi. Hujan yang tadinya deras pun mendadak reda. Segera kuusap airmataku. Jangan sampai Raffa mengira aku kecewa.

“Gak papa kok. Biasa aja. Lagian juga gue bukan siapa-siapa lo lagi. Kalo pun lo gak dateng juga gak masalah. Mending sekarang lo balik, udah malem”

“dys, gue bener minta maaf. Gue gak bermaksud bikin hari ini jadi kacau. Jujur gue juga pengen banget jalan sama lo”

Aku mendekati pagar rumah, kemudian membukanya. ”Yaudah, sekarang udah malem. Gimana kalo besok aja?”

“Ok, besok. Besok gue janji gak bakal ngecewain lo lagi. Lo stay at home ya. Jangan kemana-mana sebelum gue jemput.”

Aku tersenyum, “night…..”, kemudian menutup pagar dan berlalu kedalam rumah.

Besok, 19th April. Entahlah akan menjadi hari yang indah atau buruk. Lebih baik atau lebih buruk. Aku tak berani menebak.

Yang menjadi pertanyaanku sekarang, apa yang akan terjadi setelah esok? Apa yang akan terjadi setelah esok kami akan menghabiskan waktu bersama seharian? Aku masih tak berani menebak….

-one message received-

“Night, happy failed anniversary 2nd years. And see you tomorrow :)”

Ntahlah apakah ini an Happy Failed Anniversary or Bad ? I don’t know..

Raffael Sudibyo ~
---------- the end ---------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by