18th April at 00.00am.
“Happy birthday and Happy failed anniversary.”
-message delivered-
Aku sengaja tak tidur hanya untuk mengirim pesan singkat itu
padanya tepat di pukul 12 malam.
Ya, hari ini tepat 2 tahun sudah sejak hubungan aku dan Syarif
dimulai. Namun sayangnya hubungan itu sudah berakhir 1,5 tahun yang lalu. Iya,
hubungan itu hanya berjalan 6 bulan, maka dari itu kusebut hari ini adalah hari
peringatan yang gagal atau bahasa trend-nya
“Failed Anniversary”.
Aku dan Raffael putus secara
baik-baik. Tak ada permusuhan diantara kami. Hanya saja jujur masih ada
tersimpan luka di hati ini tiap kali kuingat saat-saat dimana dia mengucapkan
kalimat “kita temenan aja ya,” kalimat yang diucapkannya 1,5 tahun yang lalu,
kalimat yang megakhiri semuanya.
Sejak putus, komunikasi antara kami tak benar-benar putus.
Meskipun hanya sekedar SMS-an seminggu sekali, setidaknya kami masih mengabari
satu sama lain walaupun tak sering.
Dan hari ini, my failed
anniversary day. Bukan hanya failed anniversary aku dan dia, namun juga
bersamaan dengan hari ulang tahunnya. Hari ini pria berlesung pipi itu genap
berusia 20 tahun. Aku tak tahu entahlah disengaja atau tidak,tapi memang 2
tahun lalu Raffael menyatakan cintanya padaku tepat di hari ulang tahunnya.
Dan semua itu hanya kenangan, kenangan yang sampai detik ini
belum bisa raib dari pikiranku.
-one message received-
Dengan otomatis langsung kubuka pesan singkat tersebut. SMS
balasan dari Raffa .
”Thanks dys… Happy failed
anniversary too :’)”
Aku tersenyum miris. 18th April ini sangat jauh
berbeda dengan 18th April 2 tahun yang lalu. Jujur rasanya aku ingin
kembali ke masa itu dan mengulangi semuanya.
”besok kamu free gak? Kita jalan yuk, gue yang traktir deh.
Hihihihi”
-message delivered-
Sudah lama aku tak pernah jalan bareng dia, kurasa tak ada
salahnya jika besok mengajaknya jalan. Ya Cuma sekedar pengen jalan dan
ngerayain failed anniv kami sekaligus
ulang tahunnya.
10 menit kemudian, ponselku belum berdering sama sekali. Tak ada
SMS balasan dari Raffa.
Mungkin dia sudah tidur, atau mungkin ia tak mau menanggapi
ajakkanku dengan cara tidak membalas SMS ku tadi. Terserahlah, aku tak seberapa
peduli.
30 menit kemudian, masih belum ada balasan darinya.
Baiklah, sebaiknya aku tak berharap. Mungkin dia sudah ada janji
dengan orang lain. Lagian juga sekarang aku bukan siapa-siapa baginya, wajar
jika ia tak membalas SMS ku. Harus terima kenyataan. Lo harus kuat dys ! aku
mulai mengoceh dalam hati
Nyesek sih, tapi yasudah lah,
mau gimana lagi….
Akupun terlelap…….
----------------
Kering airmataku mengingat
tentangmu, tentang kita yang tak jodoh,
Dulu pernah bermimpi sailing memiliki,
nyatanya pun tak kesampaian
rela, relakanlah masa itu
,biarkanlah jadi masa lalu
kenang diriku selalu dihatimu
slalu dijiwamu simpan dimemorimu
kunanti dirimu bila malampun
tiba, cukup kita yang tahu mimpi jadi saksinya..*
Lagu yang terputar di radio yang tak pernah ku turn-off itu membangunkanku dari tidur.
Kulirik jam di dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Hoammsssss…….
Sambil bermalasan kuambil ponselku dengan harapan ada SMS
balasan dari Raffa.
-one message received-
”Boleh, kita ketemu ditempat
yang dulu yah :D atur aja jam nya”
Aku tersenyum bahagia, harapanku pagi ini terwujud, dan Raffa menerima
tawaranku untuk jalan hari ini. Aku bahagia…..
Entahlah kenapa aku merasa bahagia menyadari hari ini aku akan
jalan bareng dia.
Mengenai move on,
ntahlah. Dulu aku sempat merasakan bahwa aku sudah move on ketika aku sempat menjalani hubungan dengan seorang cowok Chinese. Namun setelah putus dengan
cowok berwajah oriental itu gara-gara perbedaan keyakinan diantara kami,
pikiranku kembali tersusut pada Raffa. Apa
ini yang disebut gagal move on? Whatever.
“Oke deh, kita ketemu jam 7 ya, see u there :)“
-message delivered-
Dan tak ada balasan lagi.
Dengan semangat aku langsung bangkit dari tempat tidur menuju
kamar mandi. Huh, ini bakalan jadi hari
sabtu yang panjang, karena aku akan sangat menantikan pukul 7 malam yang
pastinya penantian itu akan terasa sangat
lama.
------------------
18th April at 6.00pm.
Aku masih belum menerima SMS balasan dari Raffa. Apa aku SMS sekali lagi ya?
Aku sudah siap untuk berangkat ke tempat yang kami janjikan
untuk ketemu disana. Tapi tiba-tiba aku meragukan langkahku. Dari pagi tadi aku
belum mendapat SMS konfirmasi dari Raffael. Ntahlah apa Raffa akan datang atau
tidak. Dia ga balas SMS aku….
Aku bingung. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Memang sih untuk lokasi yang kami janjikan itu tak seberapa jauh dari rumah ku,
hanya sekitar 10 menit juga sudah sampai. Tapi, apa Raffa akan datang? Sampai
detik ini dia belum membalas SMSku tadi pagi. Aku takut ia tak baca SMS itu,
maka ia ga akan datang, dan pastinya itu akan membuat aku kecewa lagi.
Gimana donk :(
Tapi jika aku tak jadi ke tempat itu, bagaimana jika ternyata
Raffa datang dan melihat aku tak ada disana? Pasti dia akan kecewa padaku. Kan
aku yang mengajaknya untuk bertemu. Ah!
Sudahlah, aku capek bolak balik memikirkan apakah Raffa akan
datang atau tidak. Tanpa basa-basi lagi langsung ku ambil tas kemudian pergi menuju
tempat itu. Dengan harapan, mantan kekasih yang masih aku sayangi itu akan
datang. Aku mulai menyalakan mesin mobil, tapi sangat berat ku rasa. Ada apa
ini.
Confused ~
Jujur aku masih menyayanginya, kusadari itu karena kusadari hari
ini telah menjadi hari yang cukup mendebarkan bagiku.
-----------
At 6.30pm,
Aku tiba di tempat itu, sebuah café sederhana yang menjadi basecamp aku dan dia saat dulu masih
menjalin hubungan. Aku tak tahu kenapa dia memilih tempat ini untuk bertemu,
tapi aku suka. Setidaknya aku tahu bahwa ia masih ingat dimana dulu kami sering
nongkrong bareng :’).
Ketika aku tiba di café itu, suasananya sudah sedikit berbeda
dengan 2 tahun yang lalu. Sekarang café ini lebih terlihat mewah. Dan
beruntung, meja tempat favourite kami tidak ada yang menduduki.
Serasa kembali ke masa lalu…..
Memang aku tak pernah kesini lagi sejak malam itu, malam disaat
Syarif mengakhiri hubungan kami 1,5 tahun yang lalu. Tepat di hari ulang tahun
ku :’)….
Aku dan Raffa jadian tepat di hari ulang tahunnya Raffa, dan
kami putus tepat pada tepat di hari ulang tahunku. What a unforgettable moments ~
7.00pm. akhirnya jam 7 tiba. Tapi Raffa belum terlihat batang
hidungnya. Mungkin dia sedang perjalanan
kesini. Pikir ku mencoba menenangkan diriku sendiri
Kutatap layar ponsel, tak ada aktivitas, tak ada SMS maupun
panggilan. Apa dia memang gak baca SMS
aku ya?
7.30pm……
Raffa masih belum terlihat.
8.00pm……
Aku sudah menghabiskan minumanku yang merupakan gelas kedua.
Sementara itu Raffa belum juga datang.
8.45pm……
Aku tak kuat lagi. Raffa tak akan datang.
Harusnya aku tahu ini akan
terjadi. Harusnya aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapanya lagi. Dia gak akan
datang!
Aku pergi dari café itu dengan perasaan yang kacau. Airmata
mulai menetes di pipiku. Tapi aku tak boleh menangis. Aku bukan cewek lemah.
Aku harus terima jika memang Raffa tak mau bertemu denganku. Aku harus terima
jika memang kenyataannya antara aku dan Raffa tinggallah kenangan. Aku harus
terima kenyataan pahit ini dengan senyum. Tak boleh ada airmata.
Aku tersenyum sambil mengusap airmataku. There’s no way to back, harusnya tadi aku tak perlu terlalu berharap
pada pertemuan ini.
Haruskah sekarang aku menyebut
hari ini sebagai Bad Failed Anniversary Day?
Kemudian hujan turun, seolah membantuku untuk menyembunyikan
airmata…..
-----------
9.30pm, aku tiba di rumah dalam keadaan basah kuyup. Kehujanan. Aku
sengaja meninggalkan mobil di parkiran café. Dan memutusksan untuk berjalan
kaki. Berharap bisa melihat Raffa melintas di jalan ini. 55 menit ~
“Dys, lo kenapa hujan-hujanan?”, Tanya seorang pria…. Raffa? Loh…
“Lo ngapain disini?”
“Dari tadi gue coba hubungi lo kok gak nyambung-nyambung sih?”
Reflek langsung kuperiksa
ponsel dalam tas ku. Dan benar ternyata memang ponselku turn off.
“Lowbat”
Aku masih kaget kenapa Raffa ada disini, di depan rumahku. Kehujanan.
Sejak kapan dia disini. “Kok tadi gak langsung ke sana aja sih? Gue nungguin lo
disana dari jam setengah 7 tadi. Dan lo ga muncul-muncul!” ntah kenapa
tiba-tiba aku kesel.
“Sorry tadi gue ada urusan mendadak. Karena udah jam segini
makanya gue langsung ke rumah lo aja, gue kira lo udah balik dari tadi. Sorry.
Gak bermaksud kecewain lo.”
Airmataku tiba-tiba menetes lagi. Hujan yang tadinya deras pun
mendadak reda. Segera kuusap airmataku. Jangan sampai Raffa mengira aku kecewa.
“Gak papa kok. Biasa aja. Lagian juga gue bukan siapa-siapa lo
lagi. Kalo pun lo gak dateng juga gak masalah. Mending sekarang lo balik, udah
malem”
“dys, gue bener minta maaf. Gue gak bermaksud bikin hari ini
jadi kacau. Jujur gue juga pengen banget jalan sama lo”
Aku mendekati pagar rumah, kemudian membukanya. ”Yaudah,
sekarang udah malem. Gimana kalo besok aja?”
“Ok, besok. Besok gue janji gak bakal ngecewain lo lagi. Lo stay at home ya. Jangan kemana-mana
sebelum gue jemput.”
Aku tersenyum, “night…..”, kemudian menutup pagar dan berlalu
kedalam rumah.
Besok, 19th April. Entahlah akan menjadi hari yang
indah atau buruk. Lebih baik atau lebih buruk. Aku tak berani menebak.
Yang menjadi pertanyaanku sekarang, apa yang akan terjadi
setelah esok? Apa yang akan terjadi setelah esok kami akan menghabiskan waktu
bersama seharian? Aku masih tak berani menebak….
-one message received-
“Night, happy failed
anniversary 2nd years. And see you tomorrow :)”
Ntahlah apakah ini an
Happy Failed Anniversary or Bad ? I don’t know..
| Raffael Sudibyo ~ |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar