Selasa, 21 Mei 2013

catatan penantian



Apalah arti mencinta jika hanya akan membuahkan luka, goresan tajam yang menyayat hati, menimbulkan darah yang mengalir deras dan sulit untuk di perban. Aku terluka di sini, tak seorangpun akan mengerti mengapa keluh kesah ini muncul tiba-tiba saja, bahkan aku sendiri pun kurang mengerti akan semua ini. Jika waktu bisa ku putar lagi, mungkin aku tak ingin mengenal dia, tapi semua telah terjadi, aku mengenal dia dan semua mengalir sejalan arus air, tapi saat ini setelah aku mengenal dia dan terluka oleh nya, justru aku ingin berkata bahwa aku tak kan pernah menyesali perkenalan ini. Aku baru sadar bahwa kehidupan itu nyata dan terus berjalan, saat aku terdiampun kehidupan akan tetap berlanjut hingga meninggalkan aku seorang diri, karna itu aku harus bangkit dari kerapuhan ini, tapi muncul sebuah pertanyaan di benakku : “Apa aku bisa??”. Mungkin orang-orang disekitar ku tidak ada yang percaya bahwa aku sangat sakit, aku tak pernah sanggup menjalani semua ini sendiri, bahkan mungkin mereka akan berpikir bahwa aku adalah manusia yang tak pernah berpikir dengan apa yang terjadi. Heiii.. tapi aku bukan lah orang yang seperti itu kawan!!”. Percayalah !
Aku sangat ingt ada sebuah kata kata dari seseorang yang mengucapkan mantra sakti untuk ku

“aku kuat .. aku tegar .. aku bisa .. aku takkan pernah menyerah . aku akan selalu tersenyum .. aku akan selalu bangkit .. karna aku percaya Tuhan selalu menyertai ku di setiap hembusan nafas ku”

andai aku punya keberanian untuk mengungkapkan ini padanya .. aku takkan sebodoh ini , hidup dalam selembar kertas hanya untuk mencintainya. Tapi aku terlalu takut. Aku tak ingin kehilangan mu , setelah kamu tau bahwa cinta itu ada. Cinta telah hadir disini, disaat kita bicara .. di saat kita tertawa .. di saat kita terdiam .. menangis .. lalu kembali tertawa lagi. Aku selalu ingin merekam semua kejadiian awal kita bertemu . dalam gerak lambat tentunya, sehingga aku selalu bisa menikmati semua kenangan itu. Sebuah potret kehidupan bersama mu..
aku selalu mere’ka re’ka dalam kebisuan ini.. mungkin kah kau akan menyadari perasaan ini ? atau kau malah mengabaikan nya??
hembusan angin mala mini menjadi saksi kerinduan ku padamu.. merindukan sosok terang dalam gelap, yang kini hampir padam krna sebuah ketidakpastiaan..
taukah kamu ?? aku menunggu mu. Tepat di tempat ini , tempat dimana kamu pernah berjanji pada ku.
Banyak yang menertawakan ku.. karna aku terlalu berharap pada janji it. Sebenarnya bukan harapan yang aku tunjukan, tapi sebuah kepercayaan , aku percaya janji itu ada .. aku percaya janji itu nyata ~
pasti ~


                                                                                      @amengOfficial_on Twitter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by