Selasa, 14 Mei 2013

aku yakin , aku percaya !!!




Namaku Vanessa, sekarang aku sekolah di SMA St. Vanderwaald. Aku berstatus sebagai murid  kelas 1 di SMA itu. Aku termasuk siswa yang pandai, dan juga mudah bergaul. Aku mempunyai seorang sahabat dia bernama Reihan. Reihan adalah sosok sahabat yang baik, perhatian, dan selalu mengerti keadaanku, dilain waktu saat aku bersedih, dia yang selalu menghiburku. Suatu ketika dia memendam perasaan yang sama dan aku juga merasakannya.

“Vanessa..” panggil seseorang itu dari arah belakang. Ia itu Reihan

“iya Rei..? ada apa?’’ tanyaku.

“pulang sekolah , ikut aku ya.. aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.”

“heemm oke” aku mengiyakan ajakan Reihan sambil tersenyum. Tapi entah kenapa ada setitik perasaan yang sangat beda saat itu.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Rei langsung menghampiriku dia sudah berdiri tepat di ambang pintu kelasku. Dia memanggilku sambil tersenyum.

“Nessa ayo cepetan.”

Rei tiba-tiba mengandeng tanganku , menuruni anak tangga, Dan segera menuju ke area parkir. Kelas kami berada di lantai 3 . Aku dan dia berbeda kelas . Sejak smp kita selalu bareng. Dan sampai SMA ini. Setelah kami tiba di area parkir, Reihan mengeluarkan motornya yang terparkir dekat pos satpam.

“ayok naik.” Reihan mempersilahkan aku untuk naik ke motornya, dan kini kami berangkat meninggalkan area parkir. Juga sekolah.

“kita mau kemana?’’ tanyaku kepadanya.

“yaelah, bawel bnget ini cewek, ya ke suatu tempat lah. Dan gw yakin lo pasti suka.” Sepanjang jalan Rei hanya bernyanyi nyanyi sendiri. Aku hanya tersenyum mendengarnya.
 Setelah beberapa menit di perjalanan , kami pun sampai di tempat tujuan. Ternyata Rei mengajakku ke sebuah taman bermain. Di taman tersebut . terpampang air mancur yang begitu indah, banyak sekali bunga-bunga yang berwarna warni. Kami berdua duduk di kursi dekat taman.

“Vanessa ….“ Rei memanggilku, sorotan mata tajam nya yang takkan pernah ku lupakan sejak dulu . deg…. Jantungku berdebar-debar. Aku tak mengerti tentang perasaan ku padanya, sudah 5 tahun kami bersama.. saling melengkapi satu sama lain. Tapi, tak pernah aku mengerti hubunganku dengannya.. yang aku tau, aku dan dia bersahabat. Hanya itu. Mugnkin kah bisa menjadi lebih ??

“Rei,, kok lo nangis sih?’’ tanyaku padanya. Reihan meneteskan air matanya perlahan demi perlahan . ku apus air matanya yang membasahi kedua pipinya..

“gw gak nangis, gw cuma bahagia aja punya sahabat kaya lo.” Di usap rambutku dengan kelembutan tangannya. Reihan memang sahabatku , dan juga kakak bagiku. karena itu aku tak mau kehilangannya. Takkan pernah mau .

“Ness, kalo suatu saat nanti gw gak bisa lgi terus ada di sisi lo, gw gk bisa lagi ngejagain lo , lo harus bisa nantinya tanpa gw. Gw gak mau terus-terusan jadi benalu yang selalu ada di hidup lo. lo harus bisa jalanin hidup lo sendiri, bisa punya pacar. Seperti layaknya remaja lainnya, dan mungkin tanpa gw. ingat janji kita dulu. Kalo kita akan selalu bersama. Walaupun jarak dan waktu berada di antaranya”

“ih Rei kok ngomongnya gitu, tanpa lo hidup gw gk kan mungkin seceria ini. lo itu yang bisa ngebuat hari hari gw bahagia dan lebih berwarna. Kalaupun nantinya lo bakalan ninggalin gw. Gw janji gw akan nyari lo sampai kapanpun dan bakal nungguin lo sampai lo kembali. Entah beberapa lamanya itu. Gw janji. Lo hidup kedua gw Rei”

“tapi, inget. Kalo gw lgi gak ada di samping lo. Pokoknya gw gk mau tau lo janji harus selalu tersenyum.”

“iya, ini gw janji… pokoknya Vanessa akan selalu tersenyum untuk Reihan.” Kataku sedikit centil padanya.

Hari sudah semakin berlarut. Meninggalkan semua kisah yang ada. Taman ini menjadi ikatan janji kami. Di bangku taman ini, janji itu lahir bahwa persahabatan akan terus mengalir tanpa harus berubah menjadi apapun itu.

**


06.15am

“Nessa, nih nih nih ada surat buat lo” Nia menghampiri ku , dia memberiku sepucuk surat. Dan jelas terpampang besar siapa nama pengirim surat itu. yaitu “Reihan”
.

Deg…… hatiku tiba-tiba gelisah tak menentu. Tak mengerti apa yang sedang iya rasakan saat ini. “hedeh, Rei ada ada ya, pake acara ngirim surat segala lagi sama gw, emng hp nya uda gk bisa ngirim sms ato telpon gitu” aku berbicara sendiri sambil membolak balikkan amplop surat itu trus menerus.

Vanessa sayang… ini gw Reihan, maafin gw ya kemarin gw gak sempet berfikiran untuk ngomong hal ini ke lo. Karna semua itu terlalu berat buat gw. Suasana kemaren terllu manis, gw gkkan mampu untuk ngancurin itu. Disisi lain gw gak sanggup ninggalin lo disini. Mungkin, saat lo baca surat ini aku sudah tiba di Paris. Kota impian lo dari dulu.. bokap gw dinas disana, dan terpaksa gw harus ikut keluarga gw. Maafin gw Ness. Inget janji kita. lo harus tetap tersenyum. Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi. someday ... we can meet again.. nd stay in here.. at the romantic place in this world, French. Paris ~ :)). Im promise that “

ku akhiri membaca surat itu. aku yang cuma bisa diam dan pucat pasi di tempat dudukku. Perlahan aku merasakan pipi ku menjadi basah. air mata ku menetes. Aku tidak sedikitpun percaya akan semua kekonyoan ini. bahkan aku pun gak tau dan gk ngerti gimana perasaan ku sekarng. Sedih, kecewa, kehilangan … semuanya ada di sini saat ini. bahkan aku gk sempat mengatakan tentang perasaan ku buat dia, buat Reihan.
Cinta… mungkin ini yang aku rasakan. Perasaan itu tak pernah ku sadari sebelumnya, setelah kepergian nya baru aku menyadari.. cinta itu benar benar ada.

***

Setelah pulang sekolah, aku memutuskan untuk pergi kerumah Reihan. Tapi hasilnya nihil, gk ada satupun orang yang menjawab sapaanku. Rumah itu kosong. aku gk tau harus nyari Reihan kemana lagi. Akhirnya , aku memutuskan untuk pergi ke taman kemarin, terakhir kali aku bertemu dengan dia.
Duduk di bangku itu… bersama nya … tapi entah kenapa taman itu sepi.. gk seperti biasanya, gk banyak orang yang lewat area taman bermain itu. Aku langsung mnghampiri kursi taman tempat aku duduk bersama Reihan waktu itu. Aku mengingat kembali perpisahan terakhirku dengannya. Aku meneteskan air mata.

***

2 years latter ~

Ini tepat 2 tahun aku menunggu, tapi Rei masih juga gk ada kabarnya. Selama ini juga aku tak pernah seceria dulu. Hanya kesedihan yang tampak di wajahku. Sesering kali aku mengingat kenangan itu, itu membuatku sakit. Sekalipun aku mencoba melupakannya, itu akan semakin sakit. Beberapa sering aku memutar lagu pasto’aku pasti kembali’ liriknya yang benar-benar menyentuh hatiku.

aku hanya pergi tuk sementara..
bukan tuk meninggalkanmu selamanya..
aku pasti kan kembali, pada dirimu ..
tapi kau jangan nakal.. aku pasti kembali…..

aku yakin, aku percaya, Reihan pasti kembali..
selama 2 tahun, kenangan itu menghantui harii-hari ku . tak sanggup aku melupakannya. Kini aku benar-benar mencintainya. Cinta bukan lagi sekedar sahabat , tetapi perasaan yang lebih dari pada itu.

hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 17 , sekarang aku sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, sekalipun aku ingin pindah ke lain hati dan berpaling dari Rei, aku masih takut. Karena luka yang ada di hatiku masih ada. Setelah malam kian tiba, Rei tak juga mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Padahal hanya sapaannya, dan ucapannya yang begitu berarti untukku.. yang sangat aku tunggu..

hari ini sweet seventeen ku. Dan mungkin itu semua tak ada artinya kalau Rei tak ada di sampingku. Mungkin sekedar suaranya.. Malam ini aku ingin sekali pergi ke taman itu. untuk menenangkan diri disana, mungkin hanya beberapa saat. akhirnya aku memutuskann untuk pergi kesana dan meninggalkan acara dan tamu undangan yang telah hadir di pesta ulang tahunku. Aku tak peduli, aku tau tindakan ku bodoh. Ahirnya aku pergi dengan di temani supir papaku dan setelah beberapa menit di perjalanan, aku tiba di taman itu. aku tak menyangka.. begitu indah suasana taman tersebut dengan lampu lampion-lampion yang khas terpampang disana. Dekorasi lampu-lampu kecil di setiap pohon yang mengelilingi menambah indah suasana taman itu
aku langsung mencari kursih putih.. kursi yang menjadi saksi perpisahan ku dengan Rei. tiba-tiba  beberapa saat aku memejamkan kedua mataku dan membukanya kembali aku melihat sesosok Reihan di depan mataku. Dia tampak berbeda dari dahulu, aku tak percaya kini dia ada di depan mataku, atau mungkin ini hanya ilusiku. Karna aku sangat mengarapkan nya berada disini sekarng.

“happy sweet seventine Vanessa ku sayng.. gw nepatin janji kan , kita pasti bertemu kembali. Dan aku pasti kembali. Untuk kita”

“ini benaran lo Rei?’’ tanyaku tak percaya. Aku menangis

“iya, ini gw. Rei - han. Apaan sii lo pake acara nangis lagi, gk brubah berubah ya lo dari dulu, tetep jadi Vanessa yang cengeng” Reihan mengacak acak rambut ku sambil tertawa. Tapi aku ta yakin dia benar benar trtawa saat ini. karna aku melihat ada bulir bulir air dimatanya.

“lo kemana aja si Rei, lo gatau gw disini selalu mikirin lo. lo gak ada kabar dan ngilang gitu aja.”

“maafin gw, gw cuma gak mau ganggu konsentrasi belajar lo.” Reihan mengusap air mataku

Rei duduk di depan ku dan memberiku sekotak bingkisan tanda ucapan ulang tahunku. Ku lihat ada sebuah kalung cantik yang berukiran tulisan nama kita berdua. Gaun cantik yang aku kenakan malam itu saat ulang tahunku berwarna putih, dan juga putra, membawa bunga mawar merah kesukaaanku dan ia mengenakan jas kemeja putih.

“gw janji gak akan ninggalin lo lagi. Nessa gw gak bisa tanpa lo. Aku mencintai kamu. aku sayang kamu Vanessa.” Rei menggutarakan isi hatinya, ku akui hanya itu kata yang aku tunggu selama ini dari mulutnya.

“gw .. emm aku .. akupun begitu. Ini adalah hari terindah yang selalu aku nantikan. Kamu kembali, untuk menjadi sahabatku, juga kekasih bagiku…..”
Aku memeluknya, tak mau lagi ku lepaskan, aku mencintai kamu Rei.. dari dulu bahkan sampai sekarang. Rasa ini tak pernah berubah. Dan gk akan pernah berubah.
Kursi taman ini. kursi yang memisahkan aku dengan sahabat ku.. tapi juga menyatukan aku dengan kekasihku ..
Reihan Chandra Dinata ~

someday ... we can meet again.. nd stay in here.. at the romantic place in this world, French. Paris ~ :)). Im promise that “


_The end_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by