Aku terdiam dalam gelap , tanpa setitik cahaya pun, ilusi mengantarkan aku pada sosok terang, sebatas metamorgana yang sering d alami remaja seperti ku .
Aku melihat bayangan mu dalam kesunyian di sebrang dinding itu, bibir mu mulai melebar kesamping , seakan kau tersenyum padaku.
Tak terkira air mata ku mulai mengalir sejadinya. Tetes demi tetes air mata ini membentuk suatu pola kerinduan di atas kertas putih nan lusuh di depan ku. Aku mulai mengambil pena. Memejamkan mata perlahan, seakan merasakan sosok mu benar benar ada, datang memeluk ku dengan cinta ..
Pena ku mulai aktif berdansa ria di atas kertas ini, aku tak membutuhkan setitik cahaya pun untuk membuat puisi indah yang akan menemani tidur mu malam nanti, pena ku seakan tau benar apa yang aku rasakan kini,
kerinduan ..
Kerinduan akan sebuah perhatian , yang sempat ku miliki sebentar,
kerinduan, akan sesosok suara cinta, yang selalu menyanyikan nada nada indah untuk mengantarkan aku ke gerbang mimpi dalam tidur malam .
Aku tak tau , aku masih pantas merindukan sosok itu atau tidak,
kadang aku bertanya , apakah sosok itu telah menemukan pengganti puisi ku di hati nya ??
Kadang aku juga berpikir , apakah benar , puisi ku pernah bertahta rapi dalam lantunan nada hati nya ??
Atau mungkin puisi ku hanya sebatas bumbu pemanis di hari harinya kemarin ??
Tuhan .. Boleh kah aku memiliki perhatian nya lagi ?
Bolehkan aku menghiasi lantunan nada hati nya dengan coretan pena yang membentuk puisi usang ini ?
Apakah aku masih pantas memiliki cahaya itu lagi ??
Ya Tuhaan , aku hanya bisa berdoa dalam kesunyian ini, mendoaakan segala yang terbaik untuk dirinya,
ku akui , walaupun sunyi, aku masih bisa bahagia disini , alunan nada nada indah yang sempat terekam jelas d memory ingatan ku, menjadi soundtrack di setiap kesunyian ku, yang sellu menenangkan aku, dan bisa membuat kedua mataku terpejam indah, terdidur .. Dan terbang ke alam mimpinya .
Menyaksikan dia bicara, menyaksikan dia tersenyum , menyaksikan dia menangis , menyaksikan dia tertawa .
Ya Tuhaan , jika memiliki nya memang hanya mimpi untuk ku , biarkan ini menjadi puisi terakhir yang ku tulis untuknya , dan ku mohon , bangunkan aku di tahun keseribu nanti ...
i
have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more
♡ dodol :')
ia terimkasih komentar nya :)
BalasHapus