Kamis, 18 April 2013

Sepenggal ILusi Kerinduan





Aku terus berjalan menkmati kesunyian malam, di tengah ribuan bintang aku bentangkan senyuman. Walaupun jiwa ini sepi ku rasa aku tak pernah ingin menunjukan kesedihan itu , karna aku tau , kesedihan ini hanya semakin membuatku lemah untuk bertahan. Bertahan ??? sampai sekaeang pun sebenarnya aku masih bingung , apa yang aku pertahankan. Cinta .. mungkin saja ia tapi mungkin saja tidak.


Aku melayangkan mata ke sudut taman, aku seperti ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Kenangan silam, dengan seseoarang yang luar biasa ku pertahankan.

Aku merasakan jiwa ku mulai terbang kemasa itu, Nampak jelas semua. Ku lihat ada seoarang wanita yang duduk manis di bangku taman itu. Dia tersenyum pelan, seakan berusaha menutupi kesepiannya. Mungkin menunggu sang pria nya datang. Tapi sangat lama ku rasa, wanita itu tetap sendiri di sana, tampak wajah lelah mulai merasuki hati nya. mungkin dia bosan menunggu, pikirku saat itu.

Dari kejauhan tampak seorang lelaki mulai mendekat kepada sang wanita. Wanita itu hanya tersenyum. Lalu terdengar bisikan pelan dari sang lelaki “jangan tutupi air mata mu dengan senyum usang itu. Semua jelas tak tampak bahagia ku rasa” sang pria kemudian duduk tepat di samping wanita itu. “kenapa ?” wanita mulai mengangkat bicara.

“mata ku sudah terlalu banyak menyaksikan senyum dan tangis mu, kini mata ku seakan bisa mendeteksi apa yang kau rasa. Hanya dengan mata” pria kemudian kembali bersua. Terlihat wanita itu tersenyum lagi, mungkin kali ini senyumnya lebih tulus dari beberapa menit lalu. Pria hanya diam terpaku. Seakan memang tak mau berbicara lagi

 

Wanita itu lalu beranjak dari tempat duduk nya. sembari berkata “jika diam ku adalah bahagiamu , maka kesedihan ku akan berpura pura tak terluka” namun tak di sangka, sang pria masih terdiam tunduk di kursi nya. entah apa yang di pikirkan sang pria , dia hanya memeperhatikan wanita itu, kemudia sang wanita mulai menjauh pergi , berjalan pelan meninggalkan sang pria yang masih terdiam di kursi taman. Sesekali wanita itu melirik singkat ke belakang, mungkin wanita mengharapkan sang pria nya datang menghampirinya. Tapii.. semua Cuma bayangan sang wanita. Pria itu masih duduk diam di sana, tak di sangka ada sesuatu yang mengalir di pipi wanita itu. Yah , dia menangis sejadi nya. lalu wanita itu menghapus air mata nya perlahan, mungkin dia sadar, bahwa menangis tak akan membuatnya merasa tenang. Tampak dari kejauhan sang pria hanya memperhatikan gerak gerik nya. lalu diam menetap di kursi taman sambil berkata “air mata mu takkan pernah bisa merubah keadaan, PERCUMA !” dengan sangat pelan nya.
Wanita berkata “Tuhaaan , salahkah bila aku membohongi hatiku, krna alasan tak terbalaskan oleh nya. jika itu salah tolong ajarkan aku bagaimana kebenarannya” wanita itu lalu duduk di suatu tempat. Sang pria hanya bisa melihat biasan bayangan punggung sang wanita nya. terdengar suara hentakan kaki nan pelan dari belakang. Pria itu mulai mendekat, dia merangkul mesra sang wanita, sembari berkata “ingatkah ?? kita pernah bersama dengan sebab tak di sengaja yang berpura pura buta. di antara dosa kita sebut itu bahagia” sang wanita hanya tersenyum kecil mendengarnya. Wanita kemudian menepis “Aku hanya sebuah luka. Kenangan yang pasti telah kau lupa, sedang di hati ku kau masih menjadi cinta yang bertahta” sang wanita melepaskan rangkulan mesra pria itu. Dia mulai menepis lengan sang pria nya. namun sang pria tetap berusaha untuk merangkul nya lagi, hingga lengan pun menjadi rumah paling nyaman. Pelukan lembut itu.. sangat hangat di tengah dingin nya malam. Sang wanita lalu berkata pelan “aku selalu ingin seperti ini, menari dalam pelukanmu, lembut..” tampak ada serpihan kaca di dalam mata sang pria. Dia menangis ?? tapi segera di hapus air mata yang tak sempat jatuh ke pipi itu. “
Mereka lalu duduk di bawah ribuan bintang, masih di tempat yang sama. Sebuah taman yang istimewa. Wanita kemudian berkata lagi “jika memang ini akana jadi yang terakhir, tolong izinkan aku untuk melepaskan, aku sudah terlalu lelah berpura pura bahagia dalam tangisan” lalu sang pria menjawab “tolong biarkan aku berada dalam pelukan terhangat walau hanya sementara, sebelum semua benar benar hilang” sang pria mengusap lembut kepala wanita itu. Tangan nya seolah sangat erat merangkul lengan wanita. “ku mohon jangan lepaskan ini, aku bahagia bersama mu, karna sampai kapan pun rasa ini akan tetap sama, meskipun cuek mu sudah terlalu dalam mematikan cinta” pelukan itu semakin erat, seakan sang pria juga tak ingin semua ini hilang. Mereka memang saling mencintaa tapi sayang, takdir tak selama nya sependapat dengan perasaan. Sang pria mengecup kening wanita nya dengan lembut. “aku mencintai kamu, mungkin lebih dari sekedar kata yang dulu sempat aku ucapkan di belakang mu” sang pria terus memeluk wanita nya. mereka tertidur sejadinya. Mengisahkan betapa nyaman nya menggapai setiap lengan untuk menjadikan nya bantal peristirahatan ternyaman.
Malam berlalu begitu singkat, mereka masih saling memeluk nyaman. Pria kemudian tersadar. “aku minta maaf, bukan maksud ku untuk melepaskan. Ku rasa kisah kita akan terasa lebih perih jika di lanjutkan” pria itu kemudian berdiri sedikit menjauh. Hari masih terasa gelap ku rasa. Tapi mereka sudah melebur dalam ara. “Jika kau hanya hujan yang lewat sekejap, jangan janjikan aku pelangi untuk menghiasi langitku” wanita itu memeluk kedua lutut nya. tampak sang pria seperti mengeluarkan air mata. “semalam aku dilayangkan pengharapan, kini pagi ku member kejutan, hati ku di hempaskan sia sia atas penantian.aku tersadar” wanita itu menyambung ucapan nya lagi. Dia menarik nafas dalam, hingga terdengar desisan nya. “entah di nadimu atau di nadiku, bila sajak ku telah menemukan titik terkhirnya kita akan saling melupakan ~ mungkin” wanita kemudian menoleh kepada sang pria , pria itu hanya diam mengekspresikan kebingungan. Pria itu kemudian bersua “sekarang ingin melakukan apa? Kau yang menentukan aku selalu ada di tempat semula” sang pria kini membuang pandangan nya jauh ke sudut taman. Entah apa yang dia perhatikan.
Wanita kini beranjak dari tempat duduk nya. berjalan pelan mendekati sang pria sembari berkata “jika suatu saat nanti tak ada kabar dari ku, jangan kau tanya mengapa. Tanyakan saja pada hati mu, penting kah aku bagimu??” kemudian wanita itu tersenyum dan menjauh pergi dari sang pria. Tampak terlihat jelas, ada wajah penyesalan di sana. Pria itu menemukan kotak kecil tepat di samping tempat duduk wanita tadi.
di senymmu air mataku mati karenanya. Di air mata mu senyum ku mati karenanya. Detik waktu adalah detakkan aku mencintai mu. Detak waktu adalah detik engkau melupakan aku. Mata mu adalah mati bagi mata ku. Mati mu adalah sedih bagi mataku. Aku menatap matamu di alam hidup ku. Kau menutup hidup ku di dalam matamu. Semua tampak jelas ku rasa, kau tak pernah menginginkan aku seutuhnya, aku menyerah”
Sang pria menyenderkan badan nya di samping lampu taman. Kaki nya terasa lemas tak bernyawa. Terlihat jelas sekarang air mata itu benar benar mengalir di pipi nya. yaa.. dia menangis sejadinya. Cukup lama.
Sang pria lalu bergerak gontai, mencari sosok wanita nya yang mulai tadi berjalan pergi. Dia berteriak pekak “TOLONG, jangan umumkan bahwa perkataanmu menjadi serius terhadapku. Karna sebetulnya aku tak mampu, dan tak pernah mampu tanpa mu”. Namun sayang sang wanita telah lama berlalu.

“yaaa. Aku lah sebuah luka kenangan yang mungkin sudah lama kau lupakan. Sedang di hati ku ?? kau masih menjadi cinta yang bertahta bagai raja” Mey Samola ~
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by