“aku sayang sama kamu Mey,
tapi aku harus pindah ke Jakarta. Orang tua ku berharap aku bisa nyelesaikan
kuliah disana. Aku minta maaf aku gk bisa ngejagain kamu lagi”
Masih
terekam jelas di ingatan ku kata kata Josua yang terkhir, sebelum dia benar
benar pergi ke Jakarta. Kenapa ?? kenapa harus pindah ~
***
-Grade
XII-
Gak
terasa uda 3 bulan ini aku lewatin hari hari di skolah tanpa sosok seorang
Josua. Dan suda 3 bulan juga akku lost
contact dengan dia. Mungkin dia sudah lupa .. mungkinkah itu ???
“Mey, kok lo bengong sih , dingin tuh buku lo, lo anggurin kyk
gitu” seru Edys
mengagetkan ku.
Ia
di kelas 3 ini aku mendapatkan beberapa teman baru ada Gladys, Maretha dan
Clarissa. Dan tentu saja tetap ada Ryan. Aku juga masih tetap satu kelas dengan
Nathan. Nathan yang sampai sekarng masih berstatus sebagai “MY REAL ENEMIES”. gk tau kenapa sifat Nathan
sangat berbeda jauh dengan sifat Josua. Hemm jadi kngen lagi sama Josua.
**
"Oke. Seperti yang sudah kita setujui. Sekarang saya akan membagi kelas ini ke dalam 7 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 anggota." kata Guru Fisika yang saat itu mengajar pada jam ke 6-7 di kelas kami. Kalimatnya itu membangunkanku dari renungan gak pentingku sejak tadi. "Sekarang dengarkan baik-baik pembagian kelompoknya!" ,lanjut bu Anita
"Huhhh..Gw benci Fisikaaaaaa!" aku mendengus sambil bermalas-malasan di atas meja. Sebenarnya bukan Fisika aja yang aku gak suka, tapi semua pelajaran hari ini. "ooh, I hate hari Selasa..!".
"Dasar pemalas!", celetuk Clarissa yang duduk di bangku sebelahku. Tak kuhiraukan, ucapannya memang benar.
Ibu Anita terus berkoak-koak di depan kelas sambil menyebutkan nama-nama satu persatu. Tapi aku terus memusatkan pandangan pada Nathan yang hanya berjarak 4 meter di arah jam 11 dari tempat dudukku. Bukan apa apa, aku hanya melanjutkan lamunanku tadi perbedaan antara Josua dan Jonathan
"Kelompok 3. Clarissa Amanda Pusung, Gladys Gravita Sessa, Meylin Auiedra Samola," namaku diserukan, aku masuk di kelompok 3 bersama dengan Clarissa dan Edys.--Syukurlah ada Clarissa, jadi aku tak perlu pusing-pusing memikirkan tugas diskusi ini. hehe--
"Davin Hasibuan, dan Jonathan Julian Rompas." sambung bu Anita.
“whaaattt? Aku satu kelompok sama Nathan? Wah, gawat ! ini tugas kelompok yang paling menyebalkan sepanjang sejarah." kekehku dalam hati sembari mengambil tempat duduk di meja diskusi yang telah ditetapkan.
5 menit berlalu, diskusipun telah berlangsung dengan baik, sebelum akhirnya aku turun tangan.
"Kayanya ini harus pake rumus differential deh," ucap Clarissa memutuskan.
"Differential gimana? Sedangkan yang diketahui percepatan sudut! Ini harus pake rumus integral kale," sahutku menyanggah ucapan Clarissa setelah melirik soal yang ada di buku.
"Heh Ms. pemalas, kan yang ditanya posisi sudut! Jadi yang di pake tuh rumus DIFFERENTIAL!" balas Clarissa dengan nada yang sedikit ditekan. Sementara itu 3 orang lainnya (Davin, Edys dan tentu saja Nathan) terdiam, atau lebih tepatnya tercengang mendengar perdebatanku dan Rissa.
"Gue malas bukan berarti bego'! Karena yang ditanya posisi sudut, jadi harus 2x diintegralkan..!!" aku semakin ngotot dengan argumentasiku. Dan entah kenapa aku begitu yakin dengan argumentasiku yang belum tentu benar itu.
Dan bla bla bla... Aku dan Rissa terus berdebat tanpa ada ujungnya. Kami sama-sama mempertahankan argumentasi masing-masing hingga akhirnya diskusi tak lagi tentram.
"Oke oKE!! Tolong yang beragumen 1 orang aja. Setidaknya argumen selanjutnya kita coba nanti kalau memang diperlukan.!, jadi yang ngerasa ya diam aja, gk usa ngebacot !" Nathan tiba-tiba angkat bicara, mungkin dia mulai muak dengan perdebatanku dan Rissa.
Shiit !! gw kalah kali ini !
Aku pun terdiam. Secara, argumentasiku tadi memang lebih berpotensi salah dibandingkan dengan argumen Rissa.
Clarissa yang aku dengar adalah sang Juara Umum 2 pada grade 10, kini mulai mengambil peran penuh dalam diskusi, diikuti Nathan dan 2 orang lainnya. Sedangkan aku, tak bernafsu untuk berkutik lagi.
3 menit berlalu, aku hanya mencoret-coret selembar kertas dengan coretan tak jelas. Tak kupedulikan lagi diskusi yang mulai terasa tak nyaman bagiku. Entah apa yang aku pikirkan, yang aku tau hanyalah sedikit rasa tak senang dihati ketika mengingat ucapan Nathan tadi.
Ah, ga masuk akal!
Tak lama kemudian, aku meninggalkan meja diskusi dan duduk dibangku lain yang tak berpenghuni. Berharap bisa memaksa diri untuk tidak emosi tak jelas. Karna gw mmng salah !
Diskusi akhirnya selesai tanpa harus aku campur tangani. Kehadiranku emang gak terlalu dipentingkan dalam kelompok itu.
Setelah pelajaran Fisika, di ganti dengan pelajaran Biologi di jam 8-9. Aku memilih untuk bolos ke perpustakaan yang ada dilantai 2 daripada harus terkantuk-kantuk dikelas ketika guru Biologi menjelaskan.
Aku pun terdiam. Secara, argumentasiku tadi memang lebih berpotensi salah dibandingkan dengan argumen Rissa.
Clarissa yang aku dengar adalah sang Juara Umum 2 pada grade 10, kini mulai mengambil peran penuh dalam diskusi, diikuti Nathan dan 2 orang lainnya. Sedangkan aku, tak bernafsu untuk berkutik lagi.
3 menit berlalu, aku hanya mencoret-coret selembar kertas dengan coretan tak jelas. Tak kupedulikan lagi diskusi yang mulai terasa tak nyaman bagiku. Entah apa yang aku pikirkan, yang aku tau hanyalah sedikit rasa tak senang dihati ketika mengingat ucapan Nathan tadi.
Ah, ga masuk akal!
Tak lama kemudian, aku meninggalkan meja diskusi dan duduk dibangku lain yang tak berpenghuni. Berharap bisa memaksa diri untuk tidak emosi tak jelas. Karna gw mmng salah !
Diskusi akhirnya selesai tanpa harus aku campur tangani. Kehadiranku emang gak terlalu dipentingkan dalam kelompok itu.
Setelah pelajaran Fisika, di ganti dengan pelajaran Biologi di jam 8-9. Aku memilih untuk bolos ke perpustakaan yang ada dilantai 2 daripada harus terkantuk-kantuk dikelas ketika guru Biologi menjelaskan.
~
TeeeeeeeeeeeeeeT...
Bunyi bel yang panjang dan bergema, menyentakkan otakku yang sedang tertidur lelap di perpustakaan.
"Perasaan gue baru tidur 2 menit ,eh ternyata 2 jam. Hoaaaaamz! ",kataku seraya melirik jam tangan di pergelanganku.
"Hoaaaaammzz!!" aku menguap lagi sambil menarik otot-ototku. "Duh, besok gw bolos ke UKS aja deh, bisa tidur dengan nyaman! huhh!" ,keluhku ketika merasakan nyeri di hampir seluruh tubuh. Bayangin aja, tidur dalam posisi duduk selama 2 JAM! it's so nice! You must try it! :p
10 menit kemudian, aku keluar dari perpustakaan. Keaadaan koridor-koridor sudah sepi. Kuturuni 12x2 anak tangga menuju lantai 1 sambil menggerutu, "kayanya cuma gue yang tersisa.". but never mind ! yg penting gw uda gk ngntuk !
TeeeeeeeeeeeeeeT...
Bunyi bel yang panjang dan bergema, menyentakkan otakku yang sedang tertidur lelap di perpustakaan.
"Perasaan gue baru tidur 2 menit ,eh ternyata 2 jam. Hoaaaaamz! ",kataku seraya melirik jam tangan di pergelanganku.
"Hoaaaaammzz!!" aku menguap lagi sambil menarik otot-ototku. "Duh, besok gw bolos ke UKS aja deh, bisa tidur dengan nyaman! huhh!" ,keluhku ketika merasakan nyeri di hampir seluruh tubuh. Bayangin aja, tidur dalam posisi duduk selama 2 JAM! it's so nice! You must try it! :p
10 menit kemudian, aku keluar dari perpustakaan. Keaadaan koridor-koridor sudah sepi. Kuturuni 12x2 anak tangga menuju lantai 1 sambil menggerutu, "kayanya cuma gue yang tersisa.". but never mind ! yg penting gw uda gk ngntuk !
Aku
melangkahkan kaki menuju parkiran, sambil bernyanyi nyanyi riang
“whaaaaaaaaaaaaatttt ??? wht
is it ??” mata ku mulai
melotot saat melihat vepa merah kesayangan ku di coret coret dengan pilox
seperti ini. apa ini ?? sapa yang tega
melakukannya. Tanya ku dalam hati. Aku menangis sejadinya ! parkiran suda
tampak sepi. Tak ada lagi yang bisa ku jadi kan tempat bertanya. Satpam ! aku mulai bernjak dari parkiran dan menuju pos
satpam skolah
“maaf pak, apa bapak tau
siapa yang tadi ngerusak vespa saya?”
“oh vespa itu punya nona ?”
“ia Pak itu punya saya. Bapak
tau siapa yang coret coret vespa saya itu?” aku mulai meninggikan suara ku
“oh ia non, tadi sih saya
liat ada 3 orang laki laki, yang satu pakai ransel warna merah. Seprtinya salah
satu dari mereka itu anak nya ibu Denarta. Wakepsek itu non” pernyataan pak satpam suda sangat jelas
untukku
NATHAAAAAANN,
I HATE U !!!!!!! ………………
**
My
sweet home~
“muka
lo kenapa de kok cemberut” tanya ka Hannes
“bête”
jawab ku singkat
Aku
berlalu darinya , menuju ke kamar dan menutup pintu rapat !
“brengsekk
lo than !! an*ing” aku berteriak sekuat mungkin! Aku makin benci padanya!
Sangat benci !
**
-Epilog-
Sejak
saat itu hubungan ku sama Nathan makin tak akrab saling balas membalas
kejengkelan. Aku suda memutar otak ku trus menerus untuk membalas perbuatan nya
dan membuatnya jera. Tapi mungkin mmng Nathan di takdirkan untuk jadi real enemies di hidupku.
Hari
hari ku makin kacau. Apalagi UN sudah di depan mata. Entah kenapa aku semakin
gk bisa focus belajar. Di pikiran ku Cuma ada topikk gimana caranya untuk
mmbalas Nathan dan ngebuat Nathan jera !
Aku
benci skolah di sini ! aku benci Nathan ! tapi ini juga salah ku, seandainya
pertemuan pertama ku dengan Nathan tidak seburuk dulu, pasti hubugan ku dengan
Nathan bisa normal, tidak seperti sekarang.
“uda deh Mey, gk usa sebenci
itu sama Nathan, ia gw tau lo sama Nathan emng gk bisa akur, tapi gk boleh tau
ngebuat hati lo jadi sebenci itu sama Nathan” Gladys memecahkan lamunanku.
“dia nya aja yang rese !
bikin kesal trus, emang lo senang apa gw di jailin trus sama dia” kata
ku tak mau kalah.
“ya
hati hati aja lo jadi kepincut sama dia Mey”
“maksud
lo Sa ?? kepincut apa ?”
“ya
lebih tepat nya si ‘CINTA’” seketika bulu kuduk ku merinding mendengar
pernyataan Maretha.
“IMPOSIBLE”
aku menaikan volume suara ku
“NOTING
IMPOSIBLE Meylin ..” Clarissa dan Maretha berkata serempak. Sedangkan Edys
masih nyaman menikmati Mie Ayam nya.
**
Hari
yang di nantikan pun tiba, tak terasa BESOK UN. Oh my God , aku masih tak
percaya klo akhirnya aku menyelesaikan masa masa SMA ini. walopun tak seindah
kata kata orang pada umumnya.
**
Selesai
UN ~
Aku
ingin mengahabiskan masa masa ini bersama teman teman, jalan jalan mengahbiskan
waktu dari pagi sampai malam. Sampai saat saat menegangkan itu pun tiba .
kelulusan !!!
1
kata yang membuatku senang juga deg deg an !
**
“gw lulus , aaa Puji Tuhan,
klo lo gimana “
“gw juga lulus, aaaaa kita
lulus”
Gw
lulus gw lulus gw lulus , bosan bgt gw denger kata kata itu, smua anak kelas 3
seneng seneng jingkar ngedenger pengumuman kelulusan.
LULUS
..
Bagiku
lulus ya lulus aja. Dan itu berarti kita harus menyiapkan mental untuk mulai
memasuki dunia perkuliahan, yang notabene juga pasti membosankan ! ini belum
lulus yang sebenarnya ,perjalanan masi panjang , perjalanan yang masih
mengharuskan untuk berkutat dengan buku buku pelajaran ! gw BOSAN !
Bruuuukkkkkk … lagi lagi aku menabrak orang, dan aku
jatuh tersembab kebelakang.
“Shiiiitt ! auu sakit bgt”
“sorry, sini gw bantu” aku melihat ada tangan yang brusaha
menolongku. Jam tangan itu …. Nathan ..
Aku
menoleh kearah orang itu.
“lo ?”
“ia ini gw , kenapa, gk usa kget gtu deh, gw
gk ngejailin lo kok, ayo bediri gw bantu” Nathan melayangkan tangan nya
menghampiri lengan ku. Ku lihat Nathan tersenyum. Dan baru kali ini dia ternyum
ramah di depan ku , selama 2 tahun kami sekelas. Benar benar ramah.
“ada angin apa lo senyam senyum begini di
depan gw, wah lo kesambet ya”
“sialan lo, uda gw tolongin
malah bilng gw kesambet, eh sore ini lo mau kemana ?? ikut gw jalan yok” Nathan memainkan alisnya , naik turun. Muka
nya lucu. Manis.
“jalan ?? gw sama lo ??”
“bukan lah , bukan gw sama lo
tapi KIII TAAA !” Nathan
mengangkat suaranya
“uda deh lo gk usah bawel lagi, nanti sore
jam 5 gw jemput lo di depan rumah lo , lo stay di rumah ya ! awas loh klo lo gk
ada di rumah” Muka Nathan kembali datar
“apaa ?? jemput ??? lagian, emng lo tau rumah
gw dimana ??!” aku mengangkat alis
ku
“ya ialaah gw jemputt lo
Mey.. masa lo mau jalan naik vespa lo yg jadul itu. Ya gw tau lah ruma lo ,
percuma nyokap gw wakepsek klo gk punya data data lengkap tentang murid2
disini. Uda lo tenang aja. Yg penting lo stay di rumah. Jam 5 sore lo gw
jemput. Oke” Nathan
kemudian melangkah pergi dan berlalu
Aku
masih bingung.
**
“ini .. ah gk cocok. Klo yang
ini .. apalgi ini terlalu norak.. emm gimana klo yang ini, aduuu ini terllu
bagus !! gw Cuma mau pergi hang out sebentar sekedar jalan jalan bukan mau
candle light dinner”
Ehh ngapain aku ngelakuin hal
bginiian , aku kan Cuma mau jalan sama Nathan ! my real enemies ! yg tiba tiba
jadi baik. Mungkin aja kan dia Cuma mau ngerjain aku ..
Entahlah ~
**
05.00pm
Tiiiiiiiiiiiiiinnnntttttt.
Tiiiiiiinnnntt ,
aku
mendengar suara klakson motor di depan rumah. Motor biru itu suda bertengker di
depan rumah ku. Motor biru yang notabene adalah motor Nathan.
“temen lo suruh diam tuh de. Berisik tau” ka
Hannes mulai mengomel.
“iaa ia bawel ih kaka ! ya uda Mey pergi dulu
ya kakak ku yg ganteng. Salam sama Mami ya kalo Mami uda pulang, okeh ka bye..”
aku berlalu menuruni tangga demi tangga rumah ku, dan melaju ke depan
menghampiri Nathan.
“gilaaa , ruma lo gede juga ya Mey, gw gk
nyangka lo tinggl di kawasan ini” Nathan memulai celotehnya.
“teruss ??”
“ya gw gk nyangka aja Mey… gw
kir ”
“emmm bukan bukan bukan ,
maksud gw trus kita mo kemana ??” aku
memotong ucapan Nathan tadi.
“opss, ya lo ikut aja lah Mey, lo pasti
senang kok, tempat nya asik. Di jamin lo nyaman”
“hedeh, terserah lo deh!!” aku masi sibuk mengutak atik handphone ku,
sekedar melihat lihat foto album , lalu keluar lagi, begitu seterusnya.
“Mey…”
“ia than . why ?”
“kamu cantik hari ini”
Bug
! ucapan Nathan barusan membuat jantung ku seakan mau copot. Apa lagi ini ,
kenapa aku bgini. Mungkin kah aku jadi salah tingkah ?? NO !!! its so BAD !
**
Café
Nirmala ~
“lo mo pesen apaan Mey, pesen
aja gw yg traktir deh”
“terserah lo aja Tan, yg
jelas gw mo cappuccino ya.” Aku tersenyum kecil
“yee,itu sih namanya bukan terserah gw”
Nathan
memanggil waiters , sekedar memesan Ice Cappucino untuk ku dan Hot Cappucino
untuknya, dia juga memesan rainbow cake and salad chocolate untuk menemani
kebersamaan kami di sore ini.
“lo lucu ya Mey, pantesan kaka gw tergila
gila sama lo dulu” Nathan mengangkat suara
“maksud lo Tan ??”
“ia dulu ka Josua itu suka
banget sama lo, fall in love at the frist time sih katanya”
“trusss ???” aku
mulai penasaran.
“ia tapi ka Jo pikir lo itu pacaran sama
Ryan, abis kalian deket banget sii , dimana ada lo pasti ada Ryan, jadi ya ka
Jo sedikit mengindar gitu”
“ooouhhh” aku hanya meng- OH kan pernyataan Nathan,
aku lagi malas ngebahas cinta sekarng waktu aku ngeliat cappuccino ku udah
datang, hahah
Aku
menghabiskan sore itu bersama Nathan, jalan, nonton kemudian makan malam dan
jalan lagi. Aku bahagia. Aku nyaman. Sesuatu yang gk pernah aku sangka sebelum
nya ! my real ENEMIES ! skrg jadi
semanis ini.
**
Semenjak
hari itu hari hari ku jadi berubah 180 derajat berbanding terbalik. Aku jadi
makin dekat dengan Nathan, apalgi ketika aku dan Nathan memutuskan untuk masuk di
satu universitas yang sama. Walaupun berbeda fakultas, tapi hubungan ku dengan
Nathan masi tetap baik , tetap romantic bahkan lebih romantic. Aku nyaman
dengan dia mungkinkah dia juga merasakan hal yang sama ??
Tanpa
terasa suda 4 bulan lebih sedikit semenjak peristiwa di café itu aku jadi dekat
dengan Nathan, walopun tanpa status hubungan. Tapi entah kenapa adaa sedikit
perasaan di hati ku yang menginginkan status hubungan ini jadi jelas.
Berpacaran mungkin.
Apa ???!!!!??PACARAN apa
mungkin aku jadi benar benar jatuh cinta pada sosok Nathan ?? yang notabene 2
tahun terkhir ini menyandang sttus sebagai My REAL ENEMIES !!
Gk mungkin aku sama dia bisa
nyatu ..
Ah mungkin aja kali ya ~ desis ku pelan
Hahahha
!
Sekarang
yang ada di pikiran ku Cuma satu nama , Nathan dan Nathan !!
Aku
juga bingung kenapa aku bisa seperti ini. sepertinya aku memang sudah jatuh
cinta padanya. Perhatian nya, kasih sayang nya seakan akan memuja ku dan
membuat ku tidak berkutik di hadapan nya. sampai ketika waktu yang kami
nantikan tiba.
Malam
Dies Natalies kampus…
Pemilihan
prince and princess campus !
Nd
I love ths moment ! unforgettable moment deh pokoknya J
Apalagi
aku dan Nathan jadi pasangan malam itu. Aku memakai gaun biru ku hadiah dari ka
Hannes waktu aku ulang tahun ke 18 J
It’s
a sweet gawn !
Aku
memandangi pria di samping kku , Nathan terlihat lebih menawan dari sebelumnya.
Tampan. Sudah pasti .. cowok berkulit putih dan berlesung pipi di pipi kiri ini
mmng sangat menawan malam ini. membuat puluhan pasang mata memperhatikan kami.
Sampai
ketika moment yang di tunggu tunggu pun tiba, hasil pengumuman prince and
princess dies Natalies tahun ini.
“and the winner of real prince
and princess tonight ..
They are …………….
“Jonathan Jullian and Meylin
Auliedra”
Standing aplaus guys , and
congrast for them !
What
?? MC menyebutkan nama ku dan nama Nathan jadi pemenangnya ?? gk salah ?? aku
masih tak percaya.
Ku
lihat Nathan tersenyum pada ku, dan melayangkan tangan ku untuk menggandeng ku
naik ke atas panggung
“ayo my princess” kata nya lembut
“ia…”
Ku
dengar ada ratusan tepuk tangan yang menjadi soundtrack malam ini. entah kenapa
aku masih tidak percaya dengan ini semua. Aku dan Nathan jadi pemenang ?
benarkah ??
Rektoriat
memakaikan aku mahkota princess di kepala ku , sangat indah .
Dan
tak di sangka ! Nathan mencium kening ku. Di depan banyak orang bahkan di depan
banyak dosen. Muka ku merah padam. Aku berharap ini hanya mimpi . mimpi panjang
yang akan segera usai !
**
“Mey.. sory tadi gw gk bermaksud
mempermalukan lo di depan umum” suara Nathan membuyarkan lamunan ku.
“lo ngapain disini? Party nya belum selesai
kan ?”
“dari tadi gw nyariin lo Mey,
tau nya lo ada di sini”
Nathan berdiri tepat di samping ku.
“lo senang liat bintang ?”
“Emang kenapa Tan ? kok nanya gitu” aku mengkerutkan kening
“Emang kenapa Tan ? kok nanya gitu” aku mengkerutkan kening
“dari dulu gw suka liat bintang, suka banget,
tapi semenjak beberapa tahun lalu gw jadi benci sama bintang” Nathan
menghentikan perkataan nya, sesekali menarik nafas dalam.
“why?” aku mulai kepo
“karna asik liat bintang, gw
gk ngeliat kalo ade ku jatoh ke jurang. Ade gw , si jesicca. Dia meninggal
waktu keluarga gw ngadain camp. Gw asik ngeliat bintang di daerah itu, sampe gw
gk merhatiin kalo Jesicca lari lariian di pinggir jurang. Trus beberapa menit
kemudian terdengar suara jeritannya. Jesicca uda jatoh di jurang. Sejam lebih
tim penyelamat baru bisa ngangkat Jesicca naik ke atas, dengan keadaaaaann…….
Meninggal”. Nathan melanjutkan penjelasan nya
“Gw benci sama bintang. Dan
semenjak gw negeliat lo 2 tahun yang lalu, entah kenapa gw ngeliat ada sosok
Jesicca di wajah lo, gw jadi ngerasa bersalah , dan semakin benci dengan diri
gw sendiri setiap gw ngeliat lo, itu alasan gw gk pernah bersikap baik sama lo,
gw benci !! itu karna kebodohan gw Mey.. smua salah gw !!!!!” Nathan menangis. Bahkan dia berteriak
sangat nyaring. Entahlah , aku tak mengira Nathan bisa menangis seperti ini.
mata nya sudah mulai memerah
“semua nya takdir Tuhan Tan…”
aku mengangkat bicara.
“lo gk ngerti Mey.. lo gk
ngertii…” Nathan
menjatuhkan tubuh nya ke rerumputan datar itu. Seakan akan kaki nya sudah tak
kuat lagi menopang badan tegap nya. aku tak menyangka di balik tampang ceria
Nathan tersimpan tubuh yang lemah tak berdaya.
“please, jangan nangis Tan, gw gk bisa liat
lo begini gw sedih” aku mengusap air mata Nathan. Dan merapikan rambut nya
yang sudah acak acakan itu.
“Mey…”
Nathan menatap ku dalam.
“Iah..”
Nathan
mendekatkan wajah nya ke wajah ku, sangat dekat, daaannn…
Nathan
mencium ku lembut. Walopun bukan first kiss ku , tpi aku merasakan ini seperti
lebih dari sekedar frist kiss.
Indah..
bahkan aku ingin terus ada di waktu ini. tak ingin berpaling lagi.
Aku
menangis. Entah karna bahagia atau tidak. Yang jelas aku menangis..
Nathan
memelukku erat.
“proookkkk.. prookk .
proookk..”
..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar