Sabtu, 25 Mei 2013

my real enemies is my real love ( part II )

( PART I )         ( PART III )          ( PART IV )          ( PART V )



“aku sayang sama kamu Mey, tapi aku harus pindah ke Jakarta. Orang tua ku berharap aku bisa nyelesaikan kuliah disana. Aku minta maaf aku gk bisa ngejagain kamu lagi”
Masih terekam jelas di ingatan ku kata kata Josua yang terkhir, sebelum dia benar benar pergi ke Jakarta. Kenapa ?? kenapa harus pindah ~

***
-Grade XII-

Gak terasa uda 3 bulan ini aku lewatin hari hari di skolah tanpa sosok seorang Josua. Dan suda 3 bulan juga akku lost contact dengan dia. Mungkin dia sudah lupa .. mungkinkah itu ???
“Mey, kok lo bengong  sih , dingin tuh buku lo, lo anggurin kyk gitu” seru Edys mengagetkan ku.
Ia di kelas 3 ini aku mendapatkan beberapa teman baru ada Gladys, Maretha dan Clarissa. Dan tentu saja tetap ada Ryan. Aku juga masih tetap satu kelas dengan Nathan. Nathan yang sampai sekarng masih berstatus sebagai  “MY REAL  ENEMIES”. gk tau kenapa sifat Nathan sangat berbeda jauh dengan sifat Josua. Hemm jadi kngen lagi sama Josua.
**

"Oke. Seperti yang sudah kita setujui. Sekarang saya akan membagi kelas ini ke dalam 7 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 anggota." kata Guru Fisika yang saat itu mengajar pada jam ke 6-7 di kelas kami. Kalimatnya itu membangunkanku dari renungan gak pentingku sejak tadi. "Sekarang dengarkan baik-baik pembagian kelompoknya!" ,lanjut bu Anita

"Huhhh..Gw benci Fisikaaaaaa!" aku mendengus sambil bermalas-malasan di atas meja. Sebenarnya bukan Fisika aja yang aku gak suka, tapi semua pelajaran hari ini. "ooh, I hate hari Selasa..!".

"Dasar pemalas!", celetuk Clarissa yang duduk di bangku sebelahku. Tak kuhiraukan, ucapannya memang benar.

Ibu Anita terus berkoak-koak di depan kelas sambil menyebutkan nama-nama satu persatu. Tapi aku terus memusatkan pandangan pada Nathan yang hanya berjarak 4 meter di arah jam 11 dari tempat dudukku. Bukan apa apa, aku hanya melanjutkan lamunanku tadi  perbedaan antara Josua dan Jonathan

"Kelompok 3. Clarissa Amanda Pusung, Gladys Gravita Sessa, Meylin Auiedra Samola," namaku diserukan, aku masuk di kelompok 3 bersama dengan Clarissa dan Edys.--Syukurlah ada Clarissa, jadi aku tak perlu pusing-pusing memikirkan tugas diskusi ini. hehe--

"Davin Hasibuan, dan Jonathan Julian Rompas." sambung bu Anita.


“whaaattt? Aku satu kelompok sama Nathan? Wah, gawat ! ini tugas kelompok yang paling menyebalkan sepanjang sejarah." kekehku dalam hati sembari mengambil tempat duduk di meja diskusi yang telah ditetapkan.

5 menit berlalu, diskusipun telah berlangsung dengan baik, sebelum akhirnya aku turun tangan.

"Kayanya ini harus pake rumus differential deh," ucap Clarissa memutuskan.

"Differential gimana? Sedangkan yang diketahui percepatan sudut! Ini harus pake rumus integral kale," sahutku menyanggah ucapan Clarissa setelah melirik soal yang ada di buku.

"Heh Ms. pemalas, kan yang ditanya posisi sudut! Jadi yang di pake tuh rumus DIFFERENTIAL!" balas Clarissa dengan nada yang sedikit ditekan. Sementara itu 3 orang lainnya (Davin, Edys dan tentu saja Nathan) terdiam, atau lebih tepatnya tercengang mendengar perdebatanku dan Rissa.

"Gue malas bukan berarti bego'! Karena yang ditanya posisi sudut, jadi harus 2x diintegralkan..!!" aku semakin ngotot dengan argumentasiku. Dan entah kenapa aku begitu yakin dengan argumentasiku yang belum tentu benar itu.

Dan bla bla bla... Aku dan Rissa terus berdebat tanpa ada ujungnya. Kami sama-sama mempertahankan argumentasi masing-masing hingga akhirnya diskusi tak lagi tentram.

"Oke oKE!! Tolong yang beragumen 1 orang aja. Setidaknya argumen selanjutnya kita coba nanti kalau memang diperlukan.!, jadi yang ngerasa ya diam aja, gk usa ngebacot !" Nathan tiba-tiba angkat bicara, mungkin dia mulai muak dengan perdebatanku dan Rissa.
Shiit !! gw kalah kali ini !

Aku pun terdiam. Secara, argumentasiku tadi memang lebih berpotensi salah dibandingkan dengan argumen Rissa.
Clarissa yang aku dengar adalah sang Juara Umum 2 pada grade 10, kini mulai mengambil peran penuh dalam diskusi, diikuti Nathan dan 2 orang lainnya. Sedangkan aku, tak bernafsu untuk berkutik lagi.

3 menit berlalu, aku hanya mencoret-coret selembar kertas dengan coretan tak jelas. Tak kupedulikan lagi diskusi yang mulai terasa tak nyaman bagiku. Entah apa yang aku pikirkan, yang aku tau hanyalah sedikit rasa tak senang dihati ketika mengingat ucapan Nathan tadi.
Ah, ga masuk akal!

Tak lama kemudian, aku meninggalkan meja diskusi dan duduk dibangku lain yang tak berpenghuni. Berharap bisa memaksa diri untuk tidak emosi tak jelas. Karna gw mmng salah !


Diskusi akhirnya selesai tanpa harus aku campur tangani. Kehadiranku emang gak terlalu dipentingkan dalam kelompok itu.
Setelah pelajaran Fisika, di ganti dengan pelajaran Biologi di jam 8-9. Aku memilih untuk bolos ke perpustakaan yang ada dilantai 2 daripada harus terkantuk-kantuk dikelas ketika guru Biologi menjelaskan.

~

TeeeeeeeeeeeeeeT...
Bunyi bel yang panjang dan bergema, menyentakkan otakku yang sedang tertidur lelap di perpustakaan.


"Perasaan gue baru tidur 2 menit ,eh ternyata 2 jam. Hoaaaaamz! ",kataku seraya melirik jam tangan di pergelanganku.

"Hoaaaaammzz!!" aku menguap lagi sambil menarik otot-ototku. "Duh, besok gw bolos ke UKS aja deh, bisa tidur dengan nyaman! huhh!" ,keluhku ketika merasakan nyeri di hampir seluruh tubuh. Bayangin aja, tidur dalam posisi duduk selama 2 JAM! it's so nice! You must try it! :p


10 menit kemudian, aku keluar dari perpustakaan. Keaadaan koridor-koridor sudah sepi. Kuturuni 12x2 anak tangga menuju lantai 1 sambil menggerutu, "kayanya cuma gue yang tersisa.".  but never mind ! yg penting gw uda gk ngntuk !
Aku melangkahkan kaki menuju parkiran, sambil bernyanyi nyanyi riang
“whaaaaaaaaaaaaatttt ??? wht is it ??” mata ku mulai melotot saat melihat vepa merah kesayangan ku di coret coret dengan pilox seperti ini. apa ini ?? sapa yang tega melakukannya. Tanya ku dalam hati. Aku menangis sejadinya ! parkiran suda tampak sepi. Tak ada lagi yang bisa ku jadi kan tempat bertanya. Satpam !  aku mulai bernjak dari parkiran dan menuju pos satpam skolah
“maaf pak, apa bapak tau siapa yang tadi ngerusak vespa saya?”
“oh vespa itu punya nona ?”
“ia Pak itu punya saya. Bapak tau siapa yang coret coret vespa saya itu?” aku mulai meninggikan suara ku
“oh ia non, tadi sih saya liat ada 3 orang laki laki, yang satu pakai ransel warna merah. Seprtinya salah satu dari mereka itu anak nya ibu Denarta. Wakepsek itu non” pernyataan pak satpam suda sangat jelas untukku
NATHAAAAAANN, I HATE U !!!!!!! ………………

**
My sweet home~
“muka lo kenapa de kok cemberut” tanya ka Hannes
“bête” jawab ku singkat
Aku berlalu darinya , menuju ke kamar dan menutup pintu rapat !
“brengsekk lo than !! an*ing” aku berteriak sekuat mungkin! Aku makin benci padanya! Sangat benci !
**
-Epilog-
Sejak saat itu hubungan ku sama Nathan makin tak akrab saling balas membalas kejengkelan. Aku suda memutar otak ku trus menerus untuk membalas perbuatan nya dan membuatnya jera. Tapi mungkin mmng Nathan di takdirkan untuk jadi real enemies di hidupku.
Hari hari ku makin kacau. Apalagi UN sudah di depan mata. Entah kenapa aku semakin gk bisa focus belajar. Di pikiran ku Cuma ada topikk gimana caranya untuk mmbalas Nathan dan ngebuat Nathan jera !
Aku benci skolah di sini ! aku benci Nathan ! tapi ini juga salah ku, seandainya pertemuan pertama ku dengan Nathan tidak seburuk dulu, pasti hubugan ku dengan Nathan bisa normal, tidak seperti sekarang.
“uda deh Mey, gk usa sebenci itu sama Nathan, ia gw tau lo sama Nathan emng gk bisa akur, tapi gk boleh tau ngebuat hati lo jadi sebenci itu sama Nathan” Gladys memecahkan lamunanku.
“dia nya aja yang rese ! bikin kesal trus, emang lo senang apa gw di jailin trus sama dia”  kata ku tak mau kalah.
“ya hati hati aja lo jadi kepincut sama dia Mey”
“maksud lo Sa ?? kepincut apa ?”
“ya lebih tepat nya si ‘CINTA’” seketika bulu kuduk ku merinding mendengar pernyataan Maretha.
“IMPOSIBLE” aku menaikan volume suara ku
“NOTING IMPOSIBLE Meylin ..” Clarissa dan Maretha berkata serempak. Sedangkan Edys masih nyaman menikmati Mie Ayam nya.
**
Hari yang di nantikan pun tiba, tak terasa BESOK UN. Oh my God , aku masih tak percaya klo akhirnya aku menyelesaikan masa masa SMA ini. walopun tak seindah kata kata orang pada umumnya.
**
Selesai UN ~
Aku ingin mengahabiskan masa masa ini bersama teman teman, jalan jalan mengahbiskan waktu dari pagi sampai malam. Sampai saat saat menegangkan itu pun tiba . kelulusan !!!
1 kata yang membuatku senang juga deg deg an !
**
“gw lulus , aaa Puji Tuhan, klo lo gimana “
“gw juga lulus, aaaaa kita lulus”
Gw lulus gw lulus gw lulus , bosan bgt gw denger kata kata itu, smua anak kelas 3 seneng seneng jingkar ngedenger pengumuman kelulusan.
LULUS ..
Bagiku lulus ya lulus aja. Dan itu berarti kita harus menyiapkan mental untuk mulai memasuki dunia perkuliahan, yang notabene juga pasti membosankan ! ini belum lulus yang sebenarnya ,perjalanan masi panjang , perjalanan yang masih mengharuskan untuk berkutat dengan buku buku pelajaran ! gw BOSAN !
Bruuuukkkkkk … lagi lagi aku menabrak orang, dan aku jatuh tersembab kebelakang.
“Shiiiitt ! auu sakit bgt”
“sorry, sini gw bantu” aku melihat ada tangan yang brusaha menolongku. Jam tangan itu …. Nathan ..
Aku menoleh kearah orang itu.
“lo ?”
ia ini gw , kenapa, gk usa kget gtu deh, gw gk ngejailin lo kok, ayo bediri gw bantu” Nathan melayangkan tangan nya menghampiri lengan ku. Ku lihat Nathan tersenyum. Dan baru kali ini dia ternyum ramah di depan ku , selama 2 tahun kami sekelas. Benar benar ramah.
ada angin apa lo senyam senyum begini di depan gw, wah lo kesambet ya”
“sialan lo, uda gw tolongin malah bilng gw kesambet, eh sore ini lo mau kemana ?? ikut gw jalan yok” Nathan memainkan alisnya , naik turun. Muka nya lucu. Manis.
“jalan ?? gw sama lo ??”
“bukan lah , bukan gw sama lo tapi KIII TAAA !” Nathan mengangkat suaranya
uda deh lo gk usah bawel lagi, nanti sore jam 5 gw jemput lo di depan rumah lo , lo stay di rumah ya ! awas loh klo lo gk ada di rumah” Muka Nathan kembali datar
apaa ?? jemput ??? lagian, emng lo tau rumah gw dimana ??!”  aku mengangkat alis ku
“ya ialaah gw jemputt lo Mey.. masa lo mau jalan naik vespa lo yg jadul itu. Ya gw tau lah ruma lo , percuma nyokap gw wakepsek klo gk punya data data lengkap tentang murid2 disini. Uda lo tenang aja. Yg penting lo stay di rumah. Jam 5 sore lo gw jemput. Oke” Nathan kemudian melangkah pergi dan berlalu
Aku masih bingung.

**
“ini .. ah gk cocok. Klo yang ini .. apalgi ini terlalu norak.. emm gimana klo yang ini, aduuu ini terllu bagus !! gw Cuma mau pergi hang out sebentar sekedar jalan jalan bukan mau candle light dinner”
Ehh ngapain aku ngelakuin hal bginiian , aku kan Cuma mau jalan sama Nathan ! my real enemies ! yg tiba tiba jadi baik. Mungkin aja kan dia Cuma mau ngerjain aku ..
Entahlah ~

**
05.00pm
Tiiiiiiiiiiiiiinnnntttttt. Tiiiiiiinnnntt ,
aku mendengar suara klakson motor di depan rumah. Motor biru itu suda bertengker di depan rumah ku. Motor biru yang notabene adalah motor Nathan.
temen lo suruh diam tuh de. Berisik tau” ka Hannes mulai mengomel.
iaa ia bawel ih kaka ! ya uda Mey pergi dulu ya kakak ku yg ganteng. Salam sama Mami ya kalo Mami uda pulang, okeh ka bye..” aku berlalu menuruni tangga demi tangga rumah ku, dan melaju ke depan menghampiri Nathan.
gilaaa , ruma lo gede juga ya Mey, gw gk nyangka lo tinggl di kawasan ini” Nathan memulai celotehnya.
teruss ??”
“ya gw gk nyangka aja Mey… gw kir ”
“emmm bukan bukan bukan , maksud gw trus kita mo kemana ??” aku memotong ucapan Nathan tadi.
opss, ya lo ikut aja lah Mey, lo pasti senang kok, tempat nya asik. Di jamin lo nyaman”
“hedeh, terserah lo deh!!” aku masi sibuk mengutak atik handphone ku, sekedar melihat lihat foto album , lalu keluar lagi, begitu seterusnya.
Mey…”
“ia than . why ?”
“kamu cantik hari ini”
Bug ! ucapan Nathan barusan membuat jantung ku seakan mau copot. Apa lagi ini , kenapa aku bgini. Mungkin kah aku jadi salah tingkah ?? NO !!! its so BAD !
**
Café Nirmala ~
“lo mo pesen apaan Mey, pesen aja gw yg traktir deh”
“terserah lo aja Tan, yg jelas gw mo cappuccino ya.”  Aku tersenyum kecil
yee,itu sih namanya bukan terserah gw”
Nathan memanggil waiters , sekedar memesan Ice Cappucino untuk ku dan Hot Cappucino untuknya, dia juga memesan rainbow cake and salad chocolate untuk menemani kebersamaan kami di sore ini.
lo lucu ya Mey, pantesan kaka gw tergila gila sama lo dulu” Nathan mengangkat suara
maksud lo Tan ??”
“ia dulu ka Josua itu suka banget sama lo, fall in love at the frist time sih katanya”
“trusss ???”  aku mulai penasaran.
ia tapi ka Jo pikir lo itu pacaran sama Ryan, abis kalian deket banget sii , dimana ada lo pasti ada Ryan, jadi ya ka Jo sedikit mengindar gitu”
“ooouhhh” aku hanya meng- OH kan pernyataan Nathan, aku lagi malas ngebahas cinta sekarng waktu aku ngeliat cappuccino ku udah datang, hahah
Aku menghabiskan sore itu bersama Nathan, jalan, nonton kemudian makan malam dan jalan lagi. Aku bahagia. Aku nyaman. Sesuatu yang gk pernah aku sangka sebelum nya ! my real ENEMIES ! skrg jadi semanis ini.
**
Semenjak hari itu hari hari ku jadi berubah 180 derajat berbanding terbalik. Aku jadi makin dekat dengan Nathan, apalgi ketika aku dan Nathan memutuskan untuk masuk di satu universitas yang sama. Walaupun berbeda fakultas, tapi hubungan ku dengan Nathan masi tetap baik , tetap romantic bahkan lebih romantic. Aku nyaman dengan dia mungkinkah dia juga merasakan hal yang sama ??
Tanpa terasa suda 4 bulan lebih sedikit semenjak peristiwa di café itu aku jadi dekat dengan Nathan, walopun tanpa status hubungan. Tapi entah kenapa adaa sedikit perasaan di hati ku yang menginginkan status hubungan ini jadi jelas. Berpacaran mungkin.
Apa ???!!!!??PACARAN apa mungkin aku jadi benar benar jatuh cinta pada sosok Nathan ?? yang notabene 2 tahun terkhir ini menyandang sttus sebagai My REAL ENEMIES !!
Gk mungkin aku sama dia bisa nyatu ..
Ah mungkin aja kali ya ~ desis ku pelan
Hahahha !
Sekarang yang ada di pikiran ku Cuma satu nama , Nathan dan Nathan !!
Aku juga bingung kenapa aku bisa seperti ini. sepertinya aku memang sudah jatuh cinta padanya. Perhatian nya, kasih sayang nya seakan akan memuja ku dan membuat ku tidak berkutik di hadapan nya. sampai ketika waktu yang kami nantikan tiba.
Malam Dies Natalies kampus…
Pemilihan prince and princess campus !
Nd I love ths moment ! unforgettable moment deh pokoknya J
Apalagi aku dan Nathan jadi pasangan malam itu. Aku memakai gaun biru ku hadiah dari ka Hannes waktu aku ulang tahun ke 18 J
It’s a sweet gawn !
Aku memandangi pria di samping kku , Nathan terlihat lebih menawan dari sebelumnya. Tampan. Sudah pasti .. cowok berkulit putih dan berlesung pipi di pipi kiri ini mmng sangat menawan malam ini. membuat puluhan pasang mata memperhatikan kami.
Sampai ketika moment yang di tunggu tunggu pun tiba, hasil pengumuman prince and princess dies Natalies tahun ini.
“and the winner of real prince and princess tonight ..
They are  …………….
“Jonathan Jullian and Meylin Auliedra”
Standing aplaus guys , and congrast for them !

What ?? MC menyebutkan nama ku dan nama Nathan jadi pemenangnya ?? gk salah ?? aku masih tak percaya.
Ku lihat Nathan tersenyum pada ku, dan melayangkan tangan ku untuk menggandeng ku naik ke atas panggung
“ayo my princess” kata nya lembut
ia…”
Ku dengar ada ratusan tepuk tangan yang menjadi soundtrack malam ini. entah kenapa aku masih tidak percaya dengan ini semua. Aku dan Nathan jadi pemenang ? benarkah ??
Rektoriat memakaikan aku mahkota princess di kepala ku , sangat indah .
Dan tak di sangka ! Nathan mencium kening ku. Di depan banyak orang bahkan di depan banyak dosen. Muka ku merah padam. Aku berharap ini hanya mimpi . mimpi panjang yang akan segera usai !

**
Mey.. sory tadi gw gk bermaksud mempermalukan lo di depan umum” suara Nathan membuyarkan lamunan ku.
lo ngapain disini? Party nya belum selesai kan ?”
“dari tadi gw nyariin lo Mey, tau nya lo ada di sini” Nathan berdiri tepat di samping ku.
lo senang liat bintang ?”
“Emang kenapa Tan ? kok nanya gitu”
aku mengkerutkan kening
dari dulu gw suka liat bintang, suka banget, tapi semenjak beberapa tahun lalu gw jadi benci sama bintang” Nathan menghentikan perkataan nya, sesekali menarik nafas dalam.
“why?” aku mulai kepo
“karna asik liat bintang, gw gk ngeliat kalo ade ku jatoh ke jurang. Ade gw , si jesicca. Dia meninggal waktu keluarga gw ngadain camp. Gw asik ngeliat bintang di daerah itu, sampe gw gk merhatiin kalo Jesicca lari lariian di pinggir jurang. Trus beberapa menit kemudian terdengar suara jeritannya. Jesicca uda jatoh di jurang. Sejam lebih tim penyelamat baru bisa ngangkat Jesicca naik ke atas, dengan keadaaaaann…….
Meninggal”. Nathan melanjutkan penjelasan nya
“Gw benci sama bintang. Dan semenjak gw negeliat lo 2 tahun yang lalu, entah kenapa gw ngeliat ada sosok Jesicca di wajah lo, gw jadi ngerasa bersalah , dan semakin benci dengan diri gw sendiri setiap gw ngeliat lo, itu alasan gw gk pernah bersikap baik sama lo, gw benci !! itu karna kebodohan gw Mey.. smua salah gw !!!!!” Nathan menangis. Bahkan dia berteriak sangat nyaring. Entahlah , aku tak mengira Nathan bisa menangis seperti ini. mata nya sudah mulai memerah
“semua nya takdir Tuhan Tan…” aku mengangkat bicara.
“lo gk ngerti Mey.. lo gk ngertii…” Nathan menjatuhkan tubuh nya ke rerumputan datar itu. Seakan akan kaki nya sudah tak kuat lagi menopang badan tegap nya. aku tak menyangka di balik tampang ceria Nathan tersimpan tubuh yang lemah tak berdaya.
please, jangan nangis Tan, gw gk bisa liat lo begini gw sedih” aku mengusap air mata Nathan. Dan merapikan rambut nya yang sudah acak acakan itu.
“Mey…” Nathan menatap ku dalam.
“Iah..”
Nathan mendekatkan wajah nya ke wajah ku, sangat dekat, daaannn…
Nathan mencium ku lembut. Walopun bukan first kiss ku , tpi aku merasakan ini seperti lebih dari sekedar frist kiss.
Indah.. bahkan aku ingin terus ada di waktu ini. tak ingin berpaling lagi.
Aku menangis. Entah karna bahagia atau tidak. Yang jelas aku menangis..
Nathan memelukku erat.
“proookkkk.. prookk . proookk..”
..






back ............... next

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by