Suasana kampus sudah sepi .
Sore itu aku
melangkahkan kaki dengan gontai melewati koridor di depan gedung Fekon. Koridor
ini ..
Langkah kaki ku
terhenti, saat aku melihat sesosok pria yang duduk sambil tersenyum kearah ku.
Tak ku duga air mata ku langsung jatuh begitu saja, bukan tanpa sebab..
Semua ini bukan
tanpa alasan, peristiwa di masa kelam itu. Masa di mana aku menemukan sesuatu
yang sangat berharga..
Koridor ini
membawaku terbang jauh ke masa kelam itu, mengingat secara detail tentang apa
yang telah terjadi..
Semua ini bermula
semenjak aku berada di kota ini ..
(flash back)
12 Juli 2009 19:35
WITA
Pertama kali aku
menginjakkan kaki ku di Kota ini. Kota yang ku harapkan bisa membuat ku lupa
tentang masa lalu yang lumayan buruk di hari hari ku sebelumnya. Kota yang ku
harapkan bisa membuang ingatanku terhadap sosok pria yang sangat aku cinta ..
Dulu …
Mungkin juga masih
untuk sekarang.
Aku
mulai melihat lihat suasana di sekeliling bandara. Sembari melangkahkan kaki
menuju tempat parkir dan menunggu taxi yang akan membawa ku ke rumah baru ku di
kota ini. Bersama keluarga tercinta ku tentunya. Aku lihat ada tersirat kata
lelah di dalam wajah mami. Hemm pasti cape karna harus trus mendorong kereta
bayi Endhy. Ia Endhy adik laki laki ku yang baru berumur satu tahun. Sangat
jauh dengan jarak umur ku saat ini. ku lihat papi mulai menyetop taxi buat
kami. Hemm akhirnya
**
New
sweet home ~
Taxi
ini membawa kami masuk kedalam kawasan hunian yang bisa di bilang “ELIT” aku
pun tak pernah membayangkan bisa menetap di kawasan ini sekarang. Aku tersenyum
dan ku harapkan hari hari ku akan nampak bahagia sama seperti sekarng.
“Pi.. ini beneran rumah kita” ku dengar ka Hannes mulai membuka suara.
Semenjak turun dari taxi aku masih betah mengagumi keindahan kawasan ini dalam
hati.
“ia, kenapa ? ini smua papi
lakukan buat kalian” papi
tersenyum.
Aku
mulai menjelajah ruangan lantai 2 di rumah ini. sekedar melihat lihat manakah
kamar yang pas buat aku nantinya. Aku melayangkan pandangan ku ke sudut
ruangan. Ada pintu yang berdiri manis di sana. aku memberanikan diri untuk
menjelajah isi ruangan itu. Aku tersenyum melihat nya.
“do u want it sweety ??” pertanyaan papi mengejutkan ku.
“yeah , im very wanna this”
“ia kamu boleh miliki ini
sebagai kamar baru kamu sayng, semoga kmu nyaman”
Papi
mengusap rambutku pelan. Aku sangat bersyukur pada Tuhan. Karna aku di lahirkan
di tengah keluarga yang benar benar sangat menyayangiku.
Aku
mulai menata ruangan sekitar 4 x 4 meter ini. lebih luas dari kamar ku
sebelumnya. Aku tersenyum lagi.
Aku
mulai membuka beberapa box berwarna merah muda ini. aku mulai terdiam
sepersekian menit saat melihat boneka Elmo merah di dalam box itu. Putra..
tak sengaja bibir ku mulai menyebutkan nama itu lagi. Aku langsung membuang
jauh jauh ingatan tolol itu. Aku harus MOVE ON !
Aku
merebahkan diriku di atas tempat tidur itu. Berharap malam ini mimpi indah akan
menghampiri ku. Sangat berharap …
**
“sayang.. ini mami, kamu suda
bangun belum ?”
Tokk..took..tokk
Aku
mendengar suara ketukan pintu dan suara wanita dari sebrang sana. samar samar. Astaga itu suara mami. Sahut ku pelan.
“iaa mii. Ini uda bangun kok,
sebentar mi” aku langsung
bergegas mengambil handuk lalu menuju kamar mandi. Dan disaat seperti ini ku
pikir aku akan lebih menghemat air. Mandi
seadanya aja trus pake parfum sebotol, bereskan . aku sedikit tertawa
mendengarkan ide tolol ku itu. Tapi ini suda berada di posisi urgent ! sangat
urgent.
10
menit waktu yang cukup singkat untuk ku pakai mandi dan berpakaian rapi. Hari
ini hari pertama ku menjadi murid baru di salah satu sekolah swasta Favorite di
kota ini. KATANYA si cukup mewah.
Aku
langsung berlari keluar kamar, dan secepat mungkin menuju ruang makan. Ka
Hannes sudah terlihat duduk manis di samping mami. Hedeh dasar manja. Celetuk ku pelan
“nah itu ratu uda datang Mi..
jadi Hannes gk perlu nyusulin sang ratu lagi kan”
“ih gk lucu tau ka !” aku memasang muka berkerut.
“sudah sudah , jgn bertengkar
lagi, sekarng kita sarapan sama sama ya. Inikan hari pertama Meylin masuk
sekolah baru nya. jadi harus pagi pagi datang nya” Papi menengahkan kami
“eciieeee yang bakal masuk
SMA favorit, haha banyak cowo cakep tu, jgn ganjen ya lo nanti” Ka Hannes menodongkan garpu nya tepat di
depan wajahku.
“ih lo apa apaan si ka ! gk
lucu tau” aku mulai
berkerut lagi
Ya
inilah keluarga ku, meskipun aku dan Ka Hannes sering kali berserutu, tapi kami
tetap saling menyayangi. Seperti kakak adik pada umumnya.
***
“hati hati ya sayang, Papi
sudah urus semua nya, temui bu Denarta. Dan perkenalkan nama kamu, pasti bu
Denarta akan mengenali mu, maaf Papi gk bisa ngantar kamu kedalam” aku tersenyum . dan segera turun dari mobil
papi.
“no problem Pi, be carefull
dad, see u” aku tersenyum
“see u too sweety” mobil Papi suda semakin menjauh. Aku
memutar langkah sedikit melirik ke atas gerbang sekolah.
“WELCOME
TO ST. DON BOSCHO SHS”
Hemm.. gk terlalu buruk. Desis ku pelan.
**
Bruukkkkk
.. aku gk sengaja menabrak orang saat berlari mencari ruangan bu Denarta. Aku
pun terhempas. Cukup keras.mungkin orang yang ku tabrak juga mengalami peristiwa
yang sama dengan ku sekarng.
“ehh mata lo di mana si !
liat liat dong klo ada orang disini. Gila ya lo ! eh lo tu sapa ? seragam lo
beda, pasti lo anak baru ya ! gk usah cari gara gara lo sama gw !” anak lelaki yang ku tabrak tadi mulai
mengeluarkan suaranya, pasti dia sangat marah.
“ia sorry !! gw kan gk
sngaja, lagian ngapain juga lo ber pose di tengah koridor. Lo pirkir lo model
apa ! berdiri di tengah tengah jalan, ya bukan sepenuhnya salah gw dong, klo gw
nabrak lo” aku pun tak mau
kalah, aku mmng tak pernah mau mengalah kalau suda berdebat seperti ini.
apalagi aku mmng tak sepenuhnya bersalah.
“Freak lo ya ! anak baru tapi
belagu nya selangit !”
laki laki itu membentak aku lagi.
“sapa yang freak Than ??” aku mendengar suara laki laki lain dari
belakang ku.
“ini ni anak baru ini ka !” laki laki itu menunjuk muka ku, jari nya
sangat dekat dengan wajahku. Ingin sekali ku gigit rasanya.
“emang kamu siapa ?” laki laki yg berdiri di belakang ku
mulai mendekat, dia tersenyum. Manis .. manis sekali.
“emm gw Meylin, ya emang anak
baru sih, makanya tadi gw nyariin ruangan nya bu Denarta sampai gk liat jalan,
trus nabrak dia” aku
menunjuk laki laki rese tadi.
“ohh.. gw Josua. Ketua OSIS
di sini” dia tersenyum.
“really ?? oh thx God, akhir
nya gw ketemu sama orang yang tepat”
“tepat ??” Josua menaikan alisnya.
“ia tepat, secara lo kan
ketua OSIS pasti tau dong tentng skolah ini. emm antarin gw ke ruangan bu
Denarta dong, yahh.” Aku
merengek bak anak kecil, seperti orang yang suda cukup kenal lama pada Josua.
Aku juga bingung dengan sikap ku ini.
Josua
hanya tertawa.
~
“Ini ruangan nya bu Denarta,
lo masuk gih. Gw juga masih ada perlu di ruang OSIS.” Josua tersenyum lagi
“oh ia thx Jo, emm anyway lo
kelas berapa ??”
Josua
tak menjawab, dia lalu melangkah pelan sambil tersenyum. Aku sedikit heran,
lalu ku lihat dia menghentikan langkahnya yang baru beberapa meter itu,
membalikkan badannya yang tegap “XII IPA
1” kelas gw ada di lantai 1 dekat taman” dia tersenyum lagi kemudian
melangkahkan kaki nya pergi.
Melting gw !
**
Setelah
gw bertemu dengan ibu Dernata yang notabena adalah wakepsek disni, hati ku
cukup tenang, apalgi bu Dernata orang yang sangat baik , tidak seperti yang aku
bayangkan. Mrs Denarta kemudian membawa ku naik ke lantai kedua di skolah ini.
kami pun berhenti tepat di depan kelas XI IPA II . “Mey, ini akan jadi kelas kamu sekarng” Mrs Denarta tersenyum
anggun.
Aku
mulai mengikuti langkah kaki Mrs Denarta memasuki ruangan kelas ini. tampak ada
puluhan pasang mata yang sedang memperhatikan ku. Seperti nya kedatangan ku mengganggu
proses belajar mengajar di kelas ini.
“anak
anak , hari ini kita semua kedatangan sahabat baru” Mrs Denarta bersuara. Lalu
menyuruhku untuk memperkenalkan nama ku.
Aku
gugup. Apalagi saat mata ku mulai menemukan wajah yang tak asing di kelas ini.
laki laki itu ! laki laki rese yang tadi tak sengaja ku tabrak di koridor
skolah. What the hell !! aku harus satu kelas dengan mahluk paling menyebalkan
yang aku temui pagi ini !
Oh
damn !
Aku
menghembuskan nafas pelan. Jantung ku berdegup sedikit lebih kencang
“haii” aku memulai sapaan sok akrab memang.
“haaaaaaiiiiiii” aku mendengarkn bebrapa orang menjawa
sapaan ku, Cuma beberapa orang.
“Nama saya Meylin Auliedra
Samola, panggil Mey aja atau Auli”
aku tersnyum tipis menyadari karna seperti nya hanya beberapa orang saja yang
merespon pernyataan ku tadi.
“nah Mey , sekarang kamu bisa
pilh tempat duduk yang kamu mau. Ada dua pilihan ada di sana dan di sana” Mrs Denarta menunjuk 2 tempat yang masih
kosong, satu tempat ada di samping anak laki laki yang bisa di bilang ‘CUPU’
dan satu nya lagi ada di samping … anak laki laki rese tadi pagi ! oh no ! it’s a bad choise”
Aku
melangkahkan kaki mendekat dan duduk di samping anak laki laki yang sama sekali
jauh dari kata modern ini. gada ada pilihan
lain, gk mungkin aku duduk di samping cowok rese itu !!
“hai.. aku Ryan, klo kamu ??”
“Meylin, panggil Mey aja” aku tersenyum tipis
“kamu asli Manado ??”
“emm ia” jawab ku singkat.
“trus kamu pindahan dari
mana?”
“Medan si” aku tersnyum jengkel.
“wah Medan?? Ryan pengen
bangt ke kota itu, liat danau Toba trus foto foto aah pasti seru” cowok ‘CUPU’ bernama Ryan itu terus
berceloteh. Bising ! and I HATE BISING !!!
“sory, lo bisa diem gk ? gw
lagi pusing” aku berkata
pelan sebisa mungkin menjaga perasaan nya agar dia tak tersinggung.
“ohh ia maaf, Ryan kelepasan.
Hehehhe” dia tertawa,
makin aneh ku lihat. Tapi lucu juga.
“eehh liat tuh anak baru
belagu lagi asik tuh ngobrol sama si CUPU !! sweet yaa mereka” suara si resek lagi !
“oh ya dong Nathan, so sweet
bgt mereka ini, dan akhirnya putri katak hadir di tengah kehidupan pangeran
kodok lalu mereka hidup bahagia bersama” aku mendengar suara lain sekarang, suara cewek !
“hahhaahahahhaahhaa” serentak semua tertawa mendengar itu. Apa
coba yang lucu. Sebisa mungkin aku menahan emosi ku.
Ini hari pertama ku masuk
sekolah, jangan sampai aku bertindak anarkis dan bodoh lagi
“sabar ya Mey, mereka emng
bgtu, resek !” Ryan
berkata pelan.
“oh ia, Never mind ! eh
anyway cwok itu sapa si”
aku menunjuk cowo rese yang duduk di belakang ku.
“oh dia itu namanya Jonathan,
dia emang begitu. Dia anak nya wakepsek” jelas Ryan pelan.
“what ?? wakepsek? Mrs
Denarta dong”
“ia Mey, trus dia juga adik
nya ketua OSIS kita, ya makanya harap maklum aja klo kelakuan nya sedikit ngejengkelin”
“apa ?? adik ny ketua OSIS ??
Josua maksud lo??” suara
ku mulai agak tinggi
“sstttt.. pelan2 kali, gk usa
senyaring itu, Ryan gk budek. Ia adik nya ka Josua. Emng kmu suda kenal sama ka
Josua???” Ryan menatapku
heran.
“ihh apaaan si, tatapan lo itu
gk lucu tau. Ya wajar lah gw kenal Josua. Dia kan ketua OSIS disini” aku menutupi kejadian tadi pagi .
*
Aku
melihat Josua ada di kantin. Aku mulai memberanikan diri untuk menemui dan
berbicara padanya. Sekedar mengucapkan kata ‘terimakasih’ mungkin juga lebih ..
“siang ka”
“eh ia kmu Mey kan ? anak
baru yang tadi pagi ?”
Josua tersenyum
“thts right!!, oh ya thnx ya ka”
“buat ????”
“ya buat yang tadi pagi, lo
uda nolongin gw buat nganterin ke ruangan bu Denarta, yg notabene adalah nyokap
lo” aku duduk di samping
nya.
“waw, lo tau darimana?? Hebat
ya narasumber lo itu”
Josua mulai mngarahkan satu sendok bakso itu ke mulutnya.
“hahahha. Tadi gw gk sengaja
nanya nanya tentang cowok resek tadi pagi, trus temen gw blg dia anak nya
wakepsek ! trus temen gw bilng dia juga adik nya ketua OSIS, ya lo kan ketua
OSIS ny” aku menjelaskan
panjang lebar.
“hahaha,, Jonathan maksud lo
?? ia Jonathan mmng adik gw. Ya dia emng sedikit resek si, tapi sebenernya baik
looh Mey”
Baikk apaaaaaan, nyebelinn
tingkat dewa gitu. Aku
berbisik dalam hati.
“mey ..kok bengong”
“ohh ia ia, gk ka , Cuma
laper aja” aku mengalihkan
pembicaraan
“oh lo laper, ya uda pesen
aja gih sana, tenang gw yang traktir”
“R U SERIOUS” aku menatap nya dalam
“hahhaha
biasa aja kali ngeliatnya, ya anggap aja ini ucapan selamat datang di skolah
ini”
“okay”
Ku
lihat Josua hanya tertawa melihat tingkah ku. Hemm mungkin aku memang aneh.
Hahah !
**
-satu pesan diterima-
“sayang maaf Papi gk bisa jempupt kamu di
skolah, kamu naik taxi sendiri bisa kan ??”
Hedeh.
Emang Papi kira aku anak kecil apa, yang gk bisa pulang sendirian.
Tiiiiinnnnntt tiinntttn
Aku
mendengar suara klakson yang memekakan telinga ku. Oh shiitt ! sapa lagi si
orang norak ini
“Mey, ayo pulang bareng sama
Ryan”
“VESPA ?????”
“ia vespa, kenapa kmu gk suka
ya naik vespa Ryan??”
“hahahah , gw suka bgt sama
Vespa, oke gw mau pulang bareng lo”
“yeaasss YUHUUUUUUUU” Ryan berteriak cukup nyaring . gila ! haha
**
“kamu beneran tinggl di sini
Mey ??”
“iaa emng knapa yan ?”
“gilaaa , gede gede bgt ruma disini,
ini si istana”
“hedeh lo gk usah norak deh
yan! Di depan belok kanan ya”
aku mengarahkan jalan
“nah stop stop stop, ini ruma
gw, ayok mampir dulu. Kita makan bareng, tadi pas istirahat kan lo gk makan” aku menarik tangan Ryan, sedikit
memaksanya untuk masuk ke dalam rumah ku.
“widiihh, sang ratu uda dapet
pangeran nya ni kyk nya mi..”
ka Hannes berteriak dari lantai atas.
“apaan sih lo ka ! ini temen
sebangku gw namanya Ryan”
aku tersenyum datar. Mami juga ikut tersenyum.
Ka
Hannes mengampiriku
“lo nemuin anak lipan itu
dimana de ?? lo jauh jauh dari Medan move ke Manado Cuma buat pangeran lipan
kyk dia??” ka Hannes
berbisik sangat pelan kepadaku.
“apaaan si lo ka! Uda gw
bilng ini temen sebangku gw, tadi dia nganterin gw pulang. Ya kan gk mungkin kalo
gw gk nyuruh dia mampir dulu” aku
memukul tangan ka Hannes pelan
“eeh tamu ny kok gk disuruh
masuk Mey, ayo masuk. Itu Mami uda nyiapin makan siang” sapa Mami ramah
“eh ia tante, terimakasih” Ryan menjawab
**
Heemm.
Aku membaringkan badan ku di atas tempat tidur. Sambil mengingat ingt lagi
peristiwa tadi, di sekolah baru ku. Josua … ganteng banget sih kamu
Aku
memeluk boneka Elmo warna biru pemberian dari Farel, sahabat ku waktu masih di
Medan, jadi kangen sama anak itu J
**
-Epilog-
Hari
hari ku di sekolah baru ku tidak seburuk yang ku kira sebelumnya. Mungkin karna
ada Josua. Hubungan ku dengan ketua OSIS ini juga berjalan dengan semakin baik
, bahkan sangat baik. Walopun saat berada di kelas aku seperti berada di
neraka. Tak satupun orang di kelas ini menyadari keberadaan ku. Kecuali Ryan
tentunya.
Hubungan
ku bersmaa Ryan juga makin dekat, di tambah lagi karna Papi memenuhi permintaan
ku. Satu Vespa manis bewarna merah yang kini menemani hari hari ku yang
membuatku semakin dekat dengan Ryan. Tapi membuat seisi kelas semakin menjauhi
ku. Mereka pikir Vespa itu ‘ANEH’ tapi tetap anggun di mataku.
**
Gk
terasa UN buat kelas 3 tinggal menghitung hari lagi ! itu berarti kedekatan ku
dengan Josua tinggal beberapa hari juga, apalagi setelah aku tau Josua akan
meneruskan kuliah nya di UI Jakarta. Entah kenapa hati ku jadi hancur mendengar
itu. Sangat hancur.
“aku sayang sama kamu Mey,
tapi aku harus pindah ke Jakarta. Orang tua ku berharap aku bisa nyelesaikan
kuliah disana. Aku minta maaf aku gk bisa ngejagain kamu lagi”
neexxt ?? klik disini


Tidak ada komentar:
Posting Komentar