Senin, 13 Mei 2013

my real enemies is my real love ( part I )

      ( PART II )         ( PART III )        ( PART IV )         ( PART V )


Suasana kampus sudah sepi .
Sore itu aku melangkahkan kaki dengan gontai melewati koridor di depan gedung Fekon. Koridor ini ..
Langkah kaki ku terhenti, saat aku melihat sesosok pria yang duduk sambil tersenyum kearah ku. Tak ku duga air mata ku langsung jatuh begitu saja, bukan tanpa sebab..
Semua ini bukan tanpa alasan, peristiwa di masa kelam itu. Masa di mana aku menemukan sesuatu yang sangat berharga..
Koridor ini membawaku terbang jauh ke masa kelam itu, mengingat secara detail tentang apa yang telah terjadi..
Semua ini bermula semenjak aku berada di kota ini ..

(flash back)

12 Juli 2009 19:35 WITA
Pertama kali aku menginjakkan kaki ku di Kota ini. Kota yang ku harapkan bisa membuat ku lupa tentang masa lalu yang lumayan buruk di hari hari ku sebelumnya. Kota yang ku harapkan bisa membuang ingatanku terhadap sosok pria yang sangat aku cinta .. Dulu …
Mungkin juga masih untuk sekarang.
Aku mulai melihat lihat suasana di sekeliling bandara. Sembari melangkahkan kaki menuju tempat parkir dan menunggu taxi yang akan membawa ku ke rumah baru ku di kota ini. Bersama keluarga tercinta ku tentunya. Aku lihat ada tersirat kata lelah di dalam wajah mami. Hemm pasti cape karna harus trus mendorong kereta bayi Endhy. Ia Endhy adik laki laki ku yang baru berumur satu tahun. Sangat jauh dengan jarak umur ku saat ini. ku lihat papi mulai menyetop taxi buat kami. Hemm akhirnya
**
New sweet home ~
Taxi ini membawa kami masuk kedalam kawasan hunian yang bisa di bilang “ELIT” aku pun tak pernah membayangkan bisa menetap di kawasan ini sekarang. Aku tersenyum dan ku harapkan hari hari ku akan nampak bahagia sama seperti sekarng.
“Pi.. ini beneran rumah kita” ku dengar ka Hannes mulai membuka suara. Semenjak turun dari taxi aku masih betah mengagumi keindahan kawasan ini dalam hati.
“ia, kenapa ? ini smua papi lakukan buat kalian” papi tersenyum.
Aku mulai menjelajah ruangan lantai 2 di rumah ini. sekedar melihat lihat manakah kamar yang pas buat aku nantinya. Aku melayangkan pandangan ku ke sudut ruangan. Ada pintu yang berdiri manis di sana. aku memberanikan diri untuk menjelajah isi ruangan itu. Aku tersenyum melihat nya.
“do u want it sweety ??” pertanyaan papi mengejutkan ku.
“yeah , im very wanna this”
“ia kamu boleh miliki ini sebagai kamar baru kamu sayng, semoga kmu nyaman”
Papi mengusap rambutku pelan. Aku sangat bersyukur pada Tuhan. Karna aku di lahirkan di tengah keluarga yang benar benar sangat menyayangiku.
Aku mulai menata ruangan sekitar 4 x 4 meter ini. lebih luas dari kamar ku sebelumnya. Aku tersenyum lagi.
Aku mulai membuka beberapa box berwarna merah muda ini. aku mulai terdiam sepersekian menit saat melihat boneka Elmo merah di dalam box  itu. Putra.. tak sengaja bibir ku mulai menyebutkan nama itu lagi. Aku langsung membuang jauh jauh ingatan tolol itu. Aku harus MOVE ON !
Aku merebahkan diriku di atas tempat tidur itu. Berharap malam ini mimpi indah akan menghampiri ku. Sangat berharap …
**

“sayang.. ini mami, kamu suda bangun belum ?”
Tokk..took..tokk
Aku mendengar suara ketukan pintu dan suara wanita dari sebrang sana. samar samar. Astaga itu suara mami. Sahut ku pelan.
“iaa mii. Ini uda bangun kok, sebentar mi” aku langsung bergegas mengambil handuk lalu menuju kamar mandi. Dan disaat seperti ini ku pikir aku akan lebih menghemat air. Mandi seadanya aja trus pake parfum sebotol, bereskan . aku sedikit tertawa mendengarkan ide tolol ku itu. Tapi ini suda berada di posisi urgent ! sangat urgent.
10 menit waktu yang cukup singkat untuk ku pakai mandi dan berpakaian rapi. Hari ini hari pertama ku menjadi murid baru di salah satu sekolah swasta Favorite di kota ini. KATANYA si cukup mewah.
Aku langsung berlari keluar kamar, dan secepat mungkin menuju ruang makan. Ka Hannes sudah terlihat duduk manis di samping mami. Hedeh dasar manja. Celetuk ku pelan
“nah itu ratu uda datang Mi.. jadi Hannes gk perlu nyusulin sang ratu lagi kan”
“ih gk lucu tau ka !” aku memasang muka berkerut.
“sudah sudah , jgn bertengkar lagi, sekarng kita sarapan sama sama ya. Inikan hari pertama Meylin masuk sekolah baru nya. jadi harus pagi pagi datang nya” Papi menengahkan kami
“eciieeee yang bakal masuk SMA favorit, haha banyak cowo cakep tu, jgn ganjen ya lo nanti” Ka Hannes menodongkan garpu nya tepat di depan wajahku.
“ih lo apa apaan si ka ! gk lucu tau” aku mulai berkerut lagi
Ya inilah keluarga ku, meskipun aku dan Ka Hannes sering kali berserutu, tapi kami tetap saling menyayangi. Seperti kakak adik pada umumnya.
***
“hati hati ya sayang, Papi sudah urus semua nya, temui bu Denarta. Dan perkenalkan nama kamu, pasti bu Denarta akan mengenali mu, maaf Papi gk bisa ngantar kamu kedalam” aku tersenyum . dan segera turun dari mobil papi.
“no problem Pi, be carefull dad, see u” aku tersenyum
“see u too sweety” mobil Papi suda semakin menjauh. Aku memutar langkah sedikit melirik ke atas gerbang sekolah.
“WELCOME TO ST. DON BOSCHO SHS”
Hemm.. gk terlalu buruk. Desis ku pelan.
**
Bruukkkkk .. aku gk sengaja menabrak orang saat berlari mencari ruangan bu Denarta. Aku pun terhempas. Cukup keras.mungkin orang yang ku tabrak juga mengalami peristiwa yang sama dengan ku sekarng.
“ehh mata lo di mana si ! liat liat dong klo ada orang disini. Gila ya lo ! eh lo tu sapa ? seragam lo beda, pasti lo anak baru ya ! gk usah cari gara gara lo sama gw !” anak lelaki yang ku tabrak tadi mulai mengeluarkan suaranya, pasti dia sangat marah.
“ia sorry !! gw kan gk sngaja, lagian ngapain juga lo ber pose di tengah koridor. Lo pirkir lo model apa ! berdiri di tengah tengah jalan, ya bukan sepenuhnya salah gw dong, klo gw nabrak lo” aku pun tak mau kalah, aku mmng tak pernah mau mengalah kalau suda berdebat seperti ini. apalagi aku mmng tak sepenuhnya bersalah.
“Freak lo ya ! anak baru tapi belagu nya selangit !” laki laki itu membentak aku lagi.
“sapa yang freak Than ??” aku mendengar suara laki laki lain dari belakang ku.
“ini ni anak baru ini ka !” laki laki itu menunjuk muka ku, jari nya sangat dekat dengan wajahku. Ingin sekali ku gigit rasanya.
“emang kamu siapa ?” laki laki yg berdiri di belakang ku mulai mendekat, dia tersenyum. Manis .. manis sekali.
“emm gw Meylin, ya emang anak baru sih, makanya tadi gw nyariin ruangan nya bu Denarta sampai gk liat jalan, trus nabrak dia” aku menunjuk laki laki rese tadi.
“ohh.. gw Josua. Ketua OSIS di sini” dia tersenyum.
“really ?? oh thx God, akhir nya gw ketemu sama orang yang tepat”
“tepat ??” Josua menaikan alisnya.
“ia tepat, secara lo kan ketua OSIS pasti tau dong tentng skolah ini. emm antarin gw ke ruangan bu Denarta dong, yahh.” Aku merengek bak anak kecil, seperti orang yang suda cukup kenal lama pada Josua. Aku juga bingung dengan sikap ku ini.
Josua hanya tertawa.
~
“Ini ruangan nya bu Denarta, lo masuk gih. Gw juga masih ada perlu di ruang OSIS.” Josua tersenyum lagi
“oh ia thx Jo, emm anyway lo kelas berapa ??”
Josua tak menjawab, dia lalu melangkah pelan sambil tersenyum. Aku sedikit heran, lalu ku lihat dia menghentikan langkahnya yang baru beberapa meter itu, membalikkan badannya yang tegap “XII IPA 1” kelas gw ada di lantai 1 dekat taman” dia tersenyum lagi kemudian melangkahkan kaki nya pergi.
Melting gw !
**
Setelah gw bertemu dengan ibu Dernata yang notabena adalah wakepsek disni, hati ku cukup tenang, apalgi bu Dernata orang yang sangat baik , tidak seperti yang aku bayangkan. Mrs Denarta kemudian membawa ku naik ke lantai kedua di skolah ini. kami pun berhenti tepat di depan kelas XI IPA II . “Mey, ini akan jadi kelas kamu sekarng” Mrs Denarta tersenyum anggun.
Aku mulai mengikuti langkah kaki Mrs Denarta memasuki ruangan kelas ini. tampak ada puluhan pasang mata yang sedang memperhatikan ku. Seperti nya kedatangan ku mengganggu proses belajar mengajar di kelas ini.
“anak anak , hari ini kita semua kedatangan sahabat baru” Mrs Denarta bersuara. Lalu menyuruhku untuk memperkenalkan nama ku.
Aku gugup. Apalagi saat mata ku mulai menemukan wajah yang tak asing di kelas ini. laki laki itu ! laki laki rese yang tadi tak sengaja ku tabrak di koridor skolah. What the hell !! aku harus satu kelas dengan mahluk paling menyebalkan yang aku temui pagi ini !
Oh damn !
Aku menghembuskan nafas pelan. Jantung ku berdegup sedikit lebih kencang
“haii” aku memulai sapaan sok akrab memang.
“haaaaaaiiiiiii” aku mendengarkn bebrapa orang menjawa sapaan ku, Cuma beberapa orang.
“Nama saya Meylin Auliedra Samola, panggil Mey aja atau Auli” aku tersnyum tipis menyadari karna seperti nya hanya beberapa orang saja yang merespon pernyataan ku tadi.
“nah Mey , sekarang kamu bisa pilh tempat duduk yang kamu mau. Ada dua pilihan ada di sana dan di sana” Mrs Denarta menunjuk 2 tempat yang masih kosong, satu tempat ada di samping anak laki laki yang bisa di bilang ‘CUPU’ dan satu nya lagi ada di samping … anak laki laki rese tadi pagi ! oh no ! it’s a bad choise”
Aku melangkahkan kaki mendekat dan duduk di samping anak laki laki yang sama sekali jauh dari kata modern ini. gada ada pilihan lain, gk mungkin aku duduk di samping cowok rese itu !!

hai.. aku Ryan, klo kamu ??”
“Meylin, panggil Mey aja” aku tersenyum tipis
“kamu asli Manado ??”
“emm ia” jawab ku singkat.
“trus kamu pindahan dari mana?”
“Medan si” aku tersnyum jengkel.
“wah Medan?? Ryan pengen bangt ke kota itu, liat danau Toba trus foto foto aah pasti seru” cowok ‘CUPU’ bernama Ryan itu terus berceloteh. Bising ! and I HATE BISING !!!
“sory, lo bisa diem gk ? gw lagi pusing” aku berkata pelan sebisa mungkin menjaga perasaan nya agar dia tak tersinggung.
“ohh ia maaf, Ryan kelepasan. Hehehhe” dia tertawa, makin aneh ku lihat. Tapi lucu juga.
“eehh liat tuh anak baru belagu lagi asik tuh ngobrol sama si CUPU !! sweet yaa mereka” suara si resek lagi !
“oh ya dong Nathan, so sweet bgt mereka ini, dan akhirnya putri katak hadir di tengah kehidupan pangeran kodok lalu mereka hidup bahagia bersama” aku mendengar suara lain sekarang, suara cewek !
“hahhaahahahhaahhaa” serentak semua tertawa mendengar itu. Apa coba yang lucu. Sebisa mungkin aku menahan emosi ku.
Ini hari pertama ku masuk sekolah, jangan sampai aku bertindak anarkis dan bodoh lagi
“sabar ya Mey, mereka emng bgtu, resek !” Ryan berkata pelan.
“oh ia, Never mind ! eh anyway cwok itu sapa si” aku menunjuk cowo rese yang duduk di belakang ku.
“oh dia itu namanya Jonathan, dia emang begitu. Dia anak nya wakepsek” jelas Ryan pelan.
“what ?? wakepsek? Mrs Denarta dong”
“ia Mey, trus dia juga adik nya ketua OSIS kita, ya makanya harap maklum aja klo kelakuan nya sedikit ngejengkelin”
“apa ?? adik ny ketua OSIS ?? Josua maksud lo??” suara ku mulai agak tinggi
“sstttt.. pelan2 kali, gk usa senyaring itu, Ryan gk budek. Ia adik nya ka Josua. Emng kmu suda kenal sama ka Josua???” Ryan menatapku heran.
“ihh apaaan si, tatapan lo itu gk lucu tau. Ya wajar lah gw kenal Josua. Dia kan ketua OSIS disini” aku menutupi kejadian tadi pagi .
*
Aku melihat Josua ada di kantin. Aku mulai memberanikan diri untuk menemui dan berbicara padanya. Sekedar mengucapkan kata ‘terimakasih’ mungkin juga lebih ..
siang ka”
“eh ia kmu Mey kan ? anak baru yang tadi pagi ?” Josua tersenyum
thts right!!, oh ya thnx ya ka”
“buat ????”
“ya buat yang tadi pagi, lo uda nolongin gw buat nganterin ke ruangan bu Denarta, yg notabene adalah nyokap lo” aku duduk di samping nya.
“waw, lo tau darimana?? Hebat ya narasumber lo itu” Josua mulai mngarahkan satu sendok bakso itu ke mulutnya.
“hahahha. Tadi gw gk sengaja nanya nanya tentang cowok resek tadi pagi, trus temen gw blg dia anak nya wakepsek ! trus temen gw bilng dia juga adik nya ketua OSIS, ya lo kan ketua OSIS ny” aku menjelaskan panjang lebar.
“hahaha,, Jonathan maksud lo ?? ia Jonathan mmng adik gw. Ya dia emng sedikit resek si, tapi sebenernya baik looh Mey”
Baikk apaaaaaan, nyebelinn tingkat dewa gitu. Aku berbisik dalam hati.
“mey ..kok bengong”
“ohh ia ia, gk ka , Cuma laper aja” aku mengalihkan pembicaraan
“oh lo laper, ya uda pesen aja gih sana, tenang gw yang traktir”
“R U SERIOUS” aku menatap nya dalam
“hahhaha biasa aja kali ngeliatnya, ya anggap aja ini ucapan selamat datang di skolah ini”
“okay”
Ku lihat Josua hanya tertawa melihat tingkah ku. Hemm mungkin aku memang aneh. Hahah !
**
-satu pesan diterima-
 “sayang maaf Papi gk bisa jempupt kamu di skolah, kamu naik taxi sendiri bisa kan ??”
Hedeh. Emang Papi kira aku anak kecil apa, yang gk bisa pulang sendirian.
Tiiiiinnnnntt tiinntttn
Aku mendengar suara klakson yang memekakan telinga ku. Oh shiitt ! sapa lagi si orang norak ini
“Mey, ayo pulang bareng sama Ryan”
“VESPA ?????”
“ia vespa, kenapa kmu gk suka ya naik vespa Ryan??”
“hahahah , gw suka bgt sama Vespa, oke gw mau pulang bareng lo”
“yeaasss YUHUUUUUUUU” Ryan berteriak cukup nyaring . gila ! haha

**

“kamu beneran tinggl di sini Mey ??”
“iaa emng knapa yan ?”
“gilaaa , gede gede bgt ruma disini, ini si istana”
“hedeh lo gk usah norak deh yan! Di depan belok kanan ya” aku mengarahkan jalan
“nah stop stop stop, ini ruma gw, ayok mampir dulu. Kita makan bareng, tadi pas istirahat kan lo gk makan” aku menarik tangan Ryan, sedikit memaksanya untuk masuk ke dalam rumah ku.
“widiihh, sang ratu uda dapet pangeran nya ni kyk nya mi..” ka Hannes berteriak dari lantai atas.
“apaan sih lo ka ! ini temen sebangku gw namanya Ryan” aku tersenyum datar. Mami juga ikut tersenyum.
Ka Hannes mengampiriku
“lo nemuin anak lipan itu dimana de ?? lo jauh jauh dari Medan move ke Manado Cuma buat pangeran lipan kyk dia??” ka Hannes berbisik sangat pelan kepadaku.
“apaaan si lo ka! Uda gw bilng ini temen sebangku gw, tadi dia nganterin gw pulang. Ya kan gk mungkin kalo gw gk nyuruh dia mampir dulu” aku memukul tangan ka Hannes pelan
“eeh tamu ny kok gk disuruh masuk Mey, ayo masuk. Itu Mami uda nyiapin makan siang” sapa Mami ramah
eh ia tante, terimakasih” Ryan menjawab

**
Heemm. Aku membaringkan badan ku di atas tempat tidur. Sambil mengingat ingt lagi peristiwa tadi, di sekolah baru ku. Josua … ganteng banget sih kamu
Aku memeluk boneka Elmo warna biru pemberian dari Farel, sahabat ku waktu masih di Medan, jadi kangen sama anak itu J
**
-Epilog-
Hari hari ku di sekolah baru ku tidak seburuk yang ku kira sebelumnya. Mungkin karna ada Josua. Hubungan ku dengan ketua OSIS ini juga berjalan dengan semakin baik , bahkan sangat baik. Walopun saat berada di kelas aku seperti berada di neraka. Tak satupun orang di kelas ini menyadari keberadaan ku. Kecuali Ryan tentunya.
Hubungan ku bersmaa Ryan juga makin dekat, di tambah lagi karna Papi memenuhi permintaan ku. Satu Vespa manis bewarna merah yang kini menemani hari hari ku yang membuatku semakin dekat dengan Ryan. Tapi membuat seisi kelas semakin menjauhi ku. Mereka pikir Vespa itu ‘ANEH’ tapi tetap anggun di mataku.
**
Gk terasa UN buat kelas 3 tinggal menghitung hari lagi ! itu berarti kedekatan ku dengan Josua tinggal beberapa hari juga, apalagi setelah aku tau Josua akan meneruskan kuliah nya di UI Jakarta. Entah kenapa hati ku jadi hancur mendengar itu. Sangat hancur.
“aku sayang sama kamu Mey, tapi aku harus pindah ke Jakarta. Orang tua ku berharap aku bisa nyelesaikan kuliah disana. Aku minta maaf aku gk bisa ngejagain kamu lagi”




neexxt ?? klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


author by